Pemerintah Jangan Jadi Pemadam Kebakaran Resesi Pangan

Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi. Foto: SRW/PDT
Anggota Komisi VI DPR Melani Leimena Suharli saat pertemuan dengan sejumlah Dirut BUMN dalam rangka Kunjungan Kerja Komisi VI DPR. Foto: EKI/PDT

Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi menilai Indonesia siap menghadapi ancaman resesi pangan. Ia melihat potensi kekayaan pangan Indonesia yang beragam mampu menjadi buffer stock yang menjaga kedaulatan pangan nasional. Sejauh ini, langkah Pemerintah untuk mengamankan stok pangan nasional melalui berbagai kebijakan maupun pembangunan infrastruktur pangan di tengah kondisi krisis sudah cukup baik.

Berbagai infrastruktur pangan yang telah disiapkan Pemerintah, menurutnya, tidak semata untuk menghadapi resesi. Dalam jangka panjang, ia menerangkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dasar lebih dari 270 juta rakyat Indonesia. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kinerja-kinerja tersebut harus dijaga.

“Seperti apa yang dilakukan Perum Bulog menginvestasikan infrastruktur pangan yang besar dengan dana yang besar di setiap sentra pangan berupa modern rice milling. Ini diharapkan dapat bekerja dengan baik karena disana gabah petani dapat diserap dan diproses,” paparnya di dalam forum pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah BUMN pangan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (27/10).

Menurutnya, kesiapan Pemerintah dalam menghadapi ancaman resesi pangan harus tepat dan terukur, jangan sampai Pemerintah terlena dengan kondisi yang ada saat ini kemudian menjadi buah simalakama. Terlebih resesi pangan akan sangat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional dan sektor strategis lainnya. “Jangan hanya seperti pemadam kebakaran, bahwa nanti kalau resesi pangan itu terjadi kita tidak siap. Jadi harus mulai dipikirkan mengenai stok pangan baik itu bahan pokok dsb,” tegas Legislator Senayan tersebut.

Karenanya, ia pun mendorong berbagai institusi yang bergerak di sektor pangan harus serius meningkatkan kinerja dan sinergitasnya mempersiapkan Indonesia dalam melewati situasi krisis global. Berbagai inovasi pengolahan bahan pangan dan penanganan pasca panen menurutnya dapat dilakukan untuk menjaga stok pangan dan stabilitas harga. Hal itu agar jangan setelah beberapa bulan pasca panen beberapa komoditas seperti bawang merah mengalami kelangkaan dan kenaikan harga.

Pada pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR, Sarmuji itu, Intan berharap, bangsa Indonesia benar-benar siap menghadapi kondisi krisis melalui program yang terintegrasi secara menyeluruh. Ia optimis Indonesia akan mampu menghadapi situasi krisis global apabila seluruh sektor vital terintegrasi dengan baik. •srw/aha

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)