Pemerintah harus Prioritaskan Pemulihan UMKM

 
Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo. Foto: Devi/nvl

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Kota Bogor Andreas Eddy Susetyo menyampaikan, salah satu sektor yang terdampak secara signifikan oleh pandemi Covid-19 adalah sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mayoritas bergerak pada skala kecil, dengan modal yang juga sangat minim. 

Ia menambahkan, pembatasan aktivitas yang sempat dilakukan dan juga perlambatan ekonomi, berimbas pada ketahanan UMKM. Namun sektor UMKM inilah yang paling berperan menguatkan roda pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena UMKM ada di seluruh Indonesia. 

“Pemerintah harus memberikan prioritas kepada pemulihan UMKM karena perannya yang strategis bagi perekonomian nasional. UMKM berkontribusi 61,1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97 persen dari total angkatan kerja atau 116,9 juta tenaga kerja,” ucap Andreas dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI dengan Wali Kota Bogor dan Perwakilan Bank Indonesia Kota Bogor beserta jajarannya, di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/6). 

Oleh karena itu, lanjut politisi PDI-Perjuangan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 sebesar Rp699,43 triliun. Khusus untuk dukungan terhadap UMKM, telah dialokasikan anggaran PEN sebesar Rp184,83 triliun. “Dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi diberikan melalui enam stimulus, yaitu Subsidi Bunga UMKM, Bantuan Produktif Usaha Mikro, Subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP), Penempatan Dana pada Bank Umum, Insentif Pajak, dan Restrukturisasi Kredit,” ungkap Andreas. 

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Komisi XI DPR ingin mendapatkan informasi terkait dengan  dukungan Bank Indonesia kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor terhadap UMKM di Jawa Barat agar naik kelas dan menjadi juara di region. 

Selain itu, masih kata Andreas, Komisi XI DPR RI juga ingin mengetahui langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia  Kota Bogor untuk terus mencetak pelaku UMKM berkualitas melalui program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI), serta sektor-sektor yang mendominasi sektor UMKM di Bogor untuk mengetahui  growth mayoritas UMKM pada setiap sektor dan sektor-sektor yang perlu dikembangkan ke depannya. 

“Kami juga ingin mendapatkan informasi terkait dengan dukungan BI terhadap UMKM  yang belum melek teknologi tetapi memiliki daya saing produk yang bagus dan dukungan kepada pelaku UMKM yang berada di lokasi daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur teknologi informasi  dan  komunikasi,  serta akses internet,” pungkas Andreas.  dep/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)