Pelaksanaan Proyek PMN Harus Prioritaskan Kepentingan Masyarakat

 
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima saat memimpin Tim Kunspek Komisi VI DPR RI ke PT Bio Farma. Foto: Tiara/nvl

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menekankan pelaksanaan proyek dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2020 kepada PT Bio Farma, harus memprioritaskan kepentingan masyarakat. Berdasarkan paparan yang disampaikan Bio Farma, ditemukan adanya perbedaan persepsi atau perspektif terkait laporan pelaksanaan PMN. Dimana hal-hal yang berkaitan dengan bisnis korporasi, perencanaan kerja sama pengadaan vaksin dengan beberapa perusahaan farmasi di luar negeri lebih diprioritaskan. 

Demikian diungkapkan Aria Bima usai memimpin Tim Kunspek Komisi VI DPR RI ke PT Bio Farma (Persero) terkait pengawasan pelaksanaan proyek dari PMN tahun 2020 kepada Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/9). Untuk diketahui, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan kesehatan serta kemandirian farmasi nasional, PT Bio Farma (Persero) telah menerima dana PMN sebesar Rp2 triliun.  

“Sewaktu pembahasan penggunaan PMN dan keputusannya pada waktu itu melalui Komisi VI DPR RI, PMN yang diberikan oleh Bio Farma yang pertama, sebagai upaya mengatasi persoalan pengadaan vaksin, yang utamanya vaksin merah-putih. Dan yang kedua mengurangi penularan Covid-19 melalui penyediaan obat-obatan, vitamin, dan lain-lain,” jelas Aria Bima dalam sambutannya. 

Oleh karena itu politisi fraksi PDI-Perjuangan itu mengimbau perlu ada persamaan persepsi untuk lebih memperuncing argumentasi terkait PMN tahun 2020 kepada PT Bio Farma. Dirinya mendorong kepada Bio Farma agar dalam penggunaan PMN lebih memprioritaskan pada kebutuhan masyarakat. 

“Misalnya penyediaan obat Covid-19 bagi yang di rumah sakit maupun yang sedang isolasi mandiri serta penyediaan berbagai vitamin-vitamin yang saat ini langka untuk penguatan imun masyarakat,” tutur legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V ini. 

Lebih lanjut, Aria Bima berharap PMN lebih diprioritaskan untuk kebutuhan faktual yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, mengingat pandemi Covid-19 yang tidak bisa diperkirakan kapan selesainya. “Maka langkah-langkah preventifnya adalah menyediakan obat-obatan untuk penanganan virusnya maupun untuk penguatan imun tubuh bagi masyarakat,” tandas Aria Bima.  

Pemberian PMN kepada PT Bio Farma (Persero) sejalan dengan dirilisnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Bio Farma. Dana yang bersumber dari APBN tahun 2020 ini diberikan untuk membangun fasilitas pembuatan obat dan vaksin yang akan dilakukan oleh Bio Farma di masa pandemi Covid-19 ini. Sebagai holding BUMN Farmasi, Bio Farma diharapkan meningkatkan kapasitas produksi serta penguasaan teknologi vaksin.  tra/es

"PMN lebih diprioritaskan untuk kebutuhan faktual yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, mengingat pandemi Covid-19 yang tidak bisa diperkirakan kapan selesainya"

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)