Parlemen Indonesia Serukan Komitmen Akhiri Pandemi Lewat Pendekatan Multilateralisme

 
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Sihar Sitorus. Foto: Runi/nvl

Pandemi Covid-19 menjadi momen tepat untuk mengatur ulang semua dimensi dalam kehidupan kita. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Sihar Sitorus, dalam Sidang Umum Persatuan Antar Parlemen (IPU) ke-142, menyampaikan bahwa pandemi berpotensi membentuk sistem kesehatan dan ekonomi untuk lebih berkelanjutan, terlepas dari dampak yang ditimbulkan sangat menghancurkan. 

Penguatan persatuan, solidaritas, dan kerja sama global menjadi komponen penting bagi suatu negara untuk mengatasi pandemi dan supaya pulih lebih kuat. Pada forum dunia tersebut, Sihar menyebut Indonesia memiliki semangat nasional ‘Gotong Royong’ sebagai kunci dalam upaya pemulihan langsung dan jangka panjang dari pandemi Covid-19. Untuk itu, parlemen bertugas memastikan demokrasi dan kebebasan fundamental rakyat yang sejak merebaknya pandemi tidak semakin tergerus. 

“Sistem multilateral yang efektif dan inklusif dikombinasikan dengan kolaborasi global yang diperkuat untuk meningkatkan produksi dan distribusi yang tepat waktu dan adil serta diagnostik, terapeutik, dan vaksin yang aman dan efektif, adalah kunci untuk mengurangi pandemi Covid-19,” kata Sihar kepada seluruh anggota parlemen dunia yang hadir dalam Sidang Umum IPU ke-142 secara virtual, Rabu (26/5). 

Politisi PDI-Perjuangan itu menyatakan, komitmen Indonesia terhadap pendekatan multilateralisme untuk mengakhiri pandemi ditunjukkan melalui Co-Chairmanship Indonesia dengan Kanada dan Ethiopia dalam COVAX AMC Engagement Group, yang bertujuan untuk menyediakan setidaknya 1,3 miliar dosis. Pernyataan tersebut sejalan dengan sesi debat interaktif yang bertemakan “Mengatasi Pandemi Hari Ini dan Membangun Hari Esok yang Lebih Baik: Melalui Peran Parlemen”. 

Investasi dalam pemulihan pandemi, lanjut Sihat, juga harus didasarkan pada penanganan masalah pada ketiga pilar penting, yakni ekonomi, masyarakat dan lingkungan. Terkait itu, Indonesia menyampaikan berkomitmen untuk mempercepat ekonomi hijau. Semata-mata sebagai katalisator pemulihan dari pandemi dengan berfokus pada pembangunan rendah karbon, efisiensi sumber daya, dan inklusi sosial sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020-2024. 

Parlemen Indonesia juga mendesak Persatuan Antar Parlemen (IPU) dan berbagai organisasi parlemen internasional lainnya untuk menjamin pemulihan pascasituasi yang memburuk di wilayah pendudukan Palestina. IPU perlu mengambil tindakan kolektif dan mendukung berbagai pemimpin negara dan parlemen terkait penyelesaian konflik dengan menekankan kedamaikan dan keadilan.  alw/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)