Mutu Pendidikan Pesantren Cianjur Semakin Baik

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka bertukar cenderamata dengan Plt Bupati Cianjur. Foto: Arief/Man

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menilai mutu pendidikan pesantren dan madrasah di Cianjur, Jawa Barat, secara umum sudah baik karena didukung oleh kultur pendidikannya yang mayoritas kalangan santri. Meski demikian, tetap perlu ada evaluasi bagi pendidikan di Cianjur, terutama yang berada di perkampungan terkait fasilitas, sarana dan juga akses telekomunikasi. 

Hal tersebut disampaikan Diah usai memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI dengan Plt Bupati Cianjur beserta jajaran, Kepala Kemenag Cianjur, Kasubdit Pondok Pesantren serta stakeholder lainnya di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Kamis (1/4). Pertemuan ini membahas penyelenggaraan mutu pendidikan di madrasah dan pesantren pada masa pandemi Covid-19. 

“Dalam proses belajar mengajar, suka tidak suka, fasilitas sarana prasarana menjadi catatan utama problematika dari pendidikan islam di Cianjur, termasuk juga sumber daya manusia dan pengajarnya. Sehingga masih perlu banyak dibantu (oleh pemerintah) untuk memperkuat kualitasnya,” ucap Diah 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini melanjutkan, dalam sejarah, madrasah dan pesantren berkembang secara kultural dan alamiah. Khusus di Cianjur, lebih dari 50 persen warganya mengenyam pendidikan di pesantren atau biasa disebut nyantri. Sehingga, pendidikan pesantren itu sudah selayaknya dianggap sebagai pendidikan formal sebagaimana pendidikan di sekolah umum. 

Politisi dapil Jawa Barat III ini menerangkan, bahwa pondok pesantren memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan, dakwah serta lembaga kemasyarakatan. Dimana, figur Kyai dan Santri telah ikut serta dalam membentuk dan memberikan gerak serta nilai kehidupan pada masyarakat untuk tumbuh dan berkembang. 

“Kita berharap (pendidikan pesantren) membantu untuk peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di daerah Cianjur. Selama ini, pendidikan pesantren tidak dinilai menjadi pendidikan formal, oleh karena itu ketika kemudian nanti kalau ada formalisasi pendidikan pesantren, kita berharap itu menjadi indikator kenaikan IPM Cianjur,” harap Diah.  afr/es

Dalam proses belajar mengajar, suka tidak suka, fasilitas sarana prasarana menjadi catatan utama problematika dari pendidikan islam di Cianjur, termasuk juga sumber daya manusia dan pengajarnya. 

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)