Maman Imanulhaq: Segera Salurkan Beasiswa MORA 5000 yang Macet

Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq. Foto: RSB/PDT E Media - Dewan Perwakilan Rakyat - DPR RI
Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq. Foto: RSB/PDT

Nasib para penerima beasiswa MORA 5000 Doktor-LPDP di Australia tak jelas lantaran Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pemberi beasiswa tiba-tiba menghentikan penyaluran komponen biaya tanpa kejelasan. Untuk menutup kebutuhan hidup selama di negeri tetangga itu, para awardee terpaksa bekerja paruh waktu, bahkan ada kandidat doktor dari Western Sydney University harus rela bekerja 7 jam per hari sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah.

Persoalan ini pun mengundang keprihatian dari parlemen di Senayan. Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq. Untuk itu, Maman meminta Kemenag segera menyalurkan kembali hak-hak para mahasiswa penerima beasiswa MORA 5000 Doktor. Jangan sampai persoalan ini mengganggu kegiatan belajar maupun riset para mahasiswa di sana.

“Kita semua sepakat bahwa pembangunan manusia Indonesia adalah cara tepat untuk memajukan bangsa kita. Mereka para penerima beasiswa adalah anak-anak terbaik yang nantinya menyumbangkan ilmu pengetahuannya untuk Indonesia, maka jangan biarkan mereka terhambat atau terganggu kuliahnya dengan persoalan birokrasi di Indonesia,” kata Kiai Maman kepada Parlementaria di Jakarta, Sabtu (29/10).

Kiai Maman berharap Kemenag cepat menyelesaikan persoalan birokrasi atau pengelolaan beasiswa. Apalagi penyetopan transfer berbagai komponen biaya dari pemerintah kepada para penerima beasiswa MORA 5000 sudah berlangsung 9 bulan lamanya.

“Saya mendengar informasi bahwa pangkal soal keterlambatan penyaluran beasiswa karena adanya perubahan manajemen pengelola beasiswa. Nah ini yang berulang kali saya katakan dan juga kritik dari Presiden Jokowi bahwa birokrasi kita lelet, gemuk, dan amat prosedural. Kritik ini tidak hanya terhadap pengelolaan beasiswa, namun juga terjadi di berbagai kementerian. Jangan sampai justru persoalan ini mengorbankan pelayanan terhadap masyarakat kita,” imbuh Kiai Maman.

Seperti diketahui, sebanyak 85 mahasiswa S3 di Australia penerima beasiswa 5.000 Doktor dari Kemenag-Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) belum menerima haknya. Kementerian Agama sebagai pemberi beasiswa belum menstransfer komponen-komponen beasiswa seperti tunjangan hidup bulanan, uang SPP, biaya riset dan lainnya. •rnm/aha

Bagian Penerbitan

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)