Kunjungi PT Bukit Asam Lampung, Komisi VI Optimis Ketersediaan Batu Bara untuk PLN

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. Foto: Singgih/nvl

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menyampaikan, sebagai salah satu tindak lanjut rapat dengar pendapat umum Komisi VI DPR RI dengan asosiasi pengusaha tambang batu bara beberapa waktu yang lalu, dan menyikapi krisis stok batu bara untuk pasokan dalam negeri, Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Bukit Asam Tbk di Pelabuhan Tarahan, Lampung.

“Sebenarnya kita ingin mengetahui apa sebab musabab kita sampai terjadinya krisis stok batu bara untuk kebutuhan energi listrik nasional kita atau PLN. Itu yang kita lakukan langsung spesifik ke Bukit Asam sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang batu bara. Sejauh mana kontribusi PT Bukit Asam terhadap pembangkit nasional kita dan sejauh mana hal-hal yang menyangkut larangan ekspor (batu bara), begitu juga rencana hilirisasi itu sudah dikerjakan PT Bukit Asam,” ungkap Aria Bima di PT Bukit Asam, Lampung, Kamis (20/1).

Aria Bima mendapati informasi bahwa pasokan batu bara PT Bukit Asam mencapai 154 persen yang berarti sudah melebihi Domestic Marketing Obligation (DMO) di atas ketentuan dan masih sangat memungkinkan untuk dinaikkan kembali. Diketahui Peraturan Menteri (Permen) terkait dengan DMO menyebutkan bahwa kewajiban pengusaha batu bara menjual 25 persen dari total produksi kepada PLN per tahun.
“Ternyata kita cukup optimis baik untuk buffer stock atau ketersediaan batu bara kita untuk PLN, karena ternyata PT Bukit Asam sudah lebih untuk DMO-nya dan sudah mencapai 154 persen di atas ketentuan yang sudah ditetapkan, itupun masih sangat mungkin untuk dinaikkan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

“Kesepakatan kita secara politis bahwa hal-hal yang menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, energi dasar buat kelistrikan kita akan lebih diprioritaskan. Untuk larangan ekspor kali ini memang jelas akan mempengaruhi cash flow Bukit Asam yang setelah kemarin terhantam dalam situasi Covid-19. Tetapi demi hal-hal yang berkaitan dengan tidak hanya diukur dari benefit corporation, tapi bagaimana benefit ratio untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa yang lebih besar,” tutur legislator dapil Jawa Tengah V itu.

“PT Bukit Asam juga menyampaikan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri baik untuk stok batu bara atau kebutuhan energi listrik untuk PLN, diharapkan kebutuhan energi dalam negeri ke depannya akan terus terjaga dengan aman.” tutup legislator dapil Jawa Tengah V tersebut. •skr/sf.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)