Kunjungi Polda Kalsel, Kasus Sarijan dan Subhan Jadi Perhatian Komisi III

Foto bersama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dengan jajaran Polda Kalsel. Foto: ANDRI/NVL
Foto bersama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dengan jajaran Polda Kalsel. Foto: ANDRI/NVL

Komisi III DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh melaksanakan kunjungan kerja spesifik (Kunspek) ke Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Tim Kunspek diterima langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikhwanto di Mapolda Kalsel, Banjarmasin, Jumat (2/9). Ada dua kasus yang dielaborasi komisi bidang hukum, hak asasi manusia (HAM) dan keamanan itu di Polda Kalsel yaitu kasus meninggalnya Sarijan dan Subhan.

Dua kasus yang jadi perhatian Komisi III DPR RI adalah meninggalnya Sarijan (60 tahun). Warga Jalan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat, usai diduga dianiaya petugas dari Satres Narkoba Polres Banjar pada tahun 2021 lalu. Kemudian, kasus meninggalnya Subhan (32 tahun), warga Pekapuran, Banjarmasin Tengah. Subhan diamankan polisi, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia pada bulan Juni tahun 2022 ini di RS Bhayangkara Banjarmasin.

“Kami meminta kepada Kapolda Kalsel untuk betul-betul melihat dalam penyidikannya nanti. Untuk enam tersangka (anggota Polres Banjar) terkait tewasnya Sarijan, apabila dari mereka melanggar standar operasional prosedur (SOP). Kapolda Kalsel jangan ragu-ragu ambil tindakan kepada aparat yang melanggar,” ujar Pangeran.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikhwanto dalam paparannya menjelaskan, kasus Sarijan merupakan daftar pencarian orang (DPO) sejak 2021. Diketahui Sarijan bersama anaknya merupakan pengedar narkoba. “Anaknya sudah ditangkap dan diproses di Polsek Banjarmasin Tengah. Kemudian divonis 7 tahun penjara,” kata Rikhwanto.

Lebih lanjut Rikhwanto menjelaskan, saat itu Sarijan belum ditangkap. Hingga pada Januari 2022, Sarijan kemudian ditangkap. “Dalam penangkapan terjadi perlawanan dan akhirnya Sarijan mendadak lemas langsung dibawa ke klinik dan dinyatakan meninggal dunia. Situasi yang terjadi memang tak diinginkan penyidik dari Satres Narkoba Polres Banjar, karena apa pun bisa terjadi,” ungkap Rikhwanto kepada Komisi III. 

“Terkait anggota kami yang melakukan tindakan penangkapan, kami kategorikan offside atau melebihi dari tindakan yang seharusnya. Makanya, kami akan lakukan penegakan hukum,” kata Rikhwanto. Dia menegaskan Polda Kalsel juga telah membentuk tim penyidik, sehingga berkas perkara bagi oknum polisi yang sudah selesai bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. •man/aha

KAMI MEMINTA KEPADA KAPOLDA KALSEL UNTUK BETUL-BETUL MELIHAT DALAM PENYIDIKANNYA NANTI.”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)