Kunjungi Lanud Soewondo, Komisi I Singgung Kesejahteraan Prajurit

Ketua Tim Kunker Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto saat bertukar cenderamata usai melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo di Medan.FOTO: UCHA/PDT
Ketua Tim Kunker Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto saat bertukar cenderamata usai melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo di Medan.FOTO: UCHA/PDT

Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo di Medan, Sumatera Utara pada Senin (10/10). Pada kesempatan tersebut Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI yang diketuai oleh Anton Sukartono Suratto sempat mempertanyakan kesejahteraan prajurit yang bertugas di pangkalan TNI AU tersebut khususnya masalah perumahan.

“Kita di Komisi I ada dua Panja; Panja Kesejahteraan Prajurit dan Panja Alutsista. Nah tadi teman-teman menanyakan soal lauk pauk masalah perumahan. Kita tahu bersama, Scan QR untuk berita selengkapnya rumah dinas tidak dapat memenuhi (kebutuhan) semua prajurit yang ada di daerah penugasan,” ujar Anton saat memimpin rapat.

Dihadapan para perwira dan prajurit Lanud Soewondo, politisi Partai Demokrat tersebut menjelaskan bahwa Panitia Kerja (Panja) Kesejahteraan Prajurit tak hanya memperjuangkan kesejahteraan saat prajurit TNI bertugas namun saat purna tugas. Menurutnya sudah seharusnya ada perhatian lebih bagi para prajurit yang telah melaksanakan pengabdian bagi negara.

“Bagaimana setelah bertugas? Dua bulan diusir dari rumah dinasnya Ketua Tim Kunker Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto saat bertukar cenderamata usai melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo di Medan. kalau mereka (prajurit) berbakti kepada negara 20-30 tahun kepada negara itu kan tidak manusiawi. Maka Panja Kesejahteraan Prajurit (memperjuangkan) Nggak cuma saat menjabat sebagai prajurit tapi setelahnya, pasca-nya bagaimana?” kata anggota dewan dari daerah pemilihan Jawa Barat V itu.

Untuk menegaskan keseriusan dan kepedulian Komisi I terhadap kesejahteraan prajurit, pada rapat tersebut Anton bahkan meminta Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Pnb Reka Budiarsa untuk tak ragu mengirimkan data kondisi dan kebutuhan bagi prajurit yang dipimpinnya. Ia menegaskan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memenuhi kesejahteraan prajurit termasuk bagaimana anak-anak mereka bisa bersekolah dengan penghasilan yang diterima dari negara.

“Kami benar-benar peduli, jadi jangan (ditanya) cukup? (dijawab) ‘siap cukup’ semua orang jawabnya siap cukup aja pak. Jadi nggak perlu dijawab sekarang, jawabnya tertulis aja Pak. Nggak perlu pakai nama juga Nggak apa. Yang penting kami tahu apa sih kebutuhan prajurit? Uang lauk pauk Rp70 ribu apa cukup pak?” tegas Anton. •uc/aha 

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)