Komisi X Nilai UB Bisa Jadi Contoh Penerimaan Mahasiswa Baru

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Foto: Husen/Man

Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, jadi kampus percontohan yang baik pada sistem penerimaan mahasiswa baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Calon mahasiswa yang mengikuti tes masuk tidak harus melakukan swab untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 yang berbiaya mahal. Cukup tes suhu dan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan (prokes). 

Demikian terungkap saat Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI meninjau pelaksanaan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) di UB, Malang, Jatim, Senin (12/4). Dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, bila harus swab antigen, para siswa bisa tak sanggup membayarnya, karena terlalu mahal. Kebetulan Komisi X banyak menerima pengaduan dari para siswa yang mengeluhkan swab test yang mahal sebelum mengikuti tes masuk perguruan tinggi. 

Wali Kota Malang Sutiaji memberi perhatian kepada para siswa calon mahasiswa dari berbagai daerah yang sudah tinggal berhari-hari di Malang untuk ikut UTBK. Bila di-swab dengan biaya mahal lalu terdeteksi positif Covid-19, pasti para siswa kehilangan momen berharganya. Jadi, pemerintah setempat dan otoritas kampus hanya mengukur suhu, agar semua bisa mengikuti ujian. Bila bersuhu tinggi atau terdeksi Covid-19, cukup ditempatkan di ruang khusus dan mendapat pengawalan saat pulang. 

Menurut Dede, sistem seperti ini sangat baik. Semua kampus bisa mencontoh UB dalam menerapkan prokes. Bila masker yang dikenakan siswa tidak standar, akan diganti kampus dengan yang standar. “Tadi Wali Kota (Malang) mengatakan, mereka datang ke sini rata-rata sudah berhari-hari. Ke pasar dan mal saja tidak perlu swab antigen. Masa ini ujian yang menyangkut masa depan dia harus di-swab. Uang Rp250 ribu sebagai biaya swab cukup besar buat para siswa.,” kilah politisi Partai Demokrat ini. 

Dede mengaku pernah menegur pihak kementerian yang mengharuskan rapid test berbiaya mahal bagi calon mahasiswa. Akhirnya kementerian mengeluarkan edaran yang memboleh swab dengan GeNose yang lebih murah. “Kalau sampai si calon mahasiswa terindikasi positif, kasihan. Ini, kan, menyangkut masa depan mereka. Apa yang dilakukan Wali Kota Malang dan UB bisa dijaikan contoh buat (universitas) yang lain. Kita berhati-hati saja dalam prokes, bukan (biaya) rapid-nya,” kata mantan Wakil Gubernur Jabar ini.  mh/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)