Komisi VIII Dorong UIN Ar-Raniry dan IAIN Lhokseumawe Segera Laksanakan PTM

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto memimpin Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI ke Aceh Besar, Aceh. Foto: Oji/Man

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mendorong dan mendukung Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19. Menurut Yandri, PTM ini menjadi sangat penting, mengingat pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum mampu memberikan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan memberikan pemahaman yang baik bagi para mahasiswa. Jika PJJ terus berlangsung, maka dikhawatirkan hilangnya pendidikan berkualitas yang mengakibatkan menurunnya kemampuan lulusan dari perguruan tinggi. 

Yandri mengungkapkan hal tersebut usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dengan Bupati Aceh Besar, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kakandepag Aceh Besar, Rektor UIN Ar-Raniry dan Rektor IAIN Lhokseumawe dalam rangka meninjau peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di perguruan tinggi keagamaan negeri dan dukungan penanganan Covid-19 oleh Kementerian Sosial RI, Kementerian Agama RI dan BNPB, di Kota Jantho, Aceh Besar, Aceh, Rabu (15/9). 

“Kita mengundang Kakanwil Agama Aceh, UIN Ar-raniry dan IAIN Lhokseumawe dalam rangka persiapan tatap muka, karena tatap muka menjadi sangat penting di tengah sudah hampir 2 tahun pandemi Covid-19. Kenapa penting? kita sudah evaluasi kalau tidak ada tatap muka sekolah maka kita kelihatannya akan loss generation. Artinya, ada generasi yang lepas dari karakter yang kita harapkan, kemudian manusia yang berkualitas tidak akan tercapai. Maka kita minta betul UIN dan IAIN atau STAIN atau madrasah, pondok pesantren mempersiapkan diri untuk tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Yandri. 

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dalam pendidikan tinggi di masa pandemi Covid-19, Yandri berharap, UIN dan IAIN turut melakukan adaptasi dengan sistem teknologi daring dan sarana prasarananya. Kondisi ini diharapkan dapat melatih dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa menguasai teknologi informatika dan terbiasa dengan sistem teknologi informasi terkini. 

“Meningkatkan literasi digital bagi dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan di masa pandemi Covid-19 untuk terus ditingkatkan,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Yandri melanjutkan, perisapan yang telah dilakukan UIN dan IAIN untuk PTM yakni dengan mengikuti vaksinasi bagi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Selain itu, seluruh sarana dan prasarana yang menyangkut protokol kesehatan Covid-19 sudah disiapkan dengan baik, dan kesadaran akan prokes dijalankan dengan baik. 

Legislator dapil Banten II tersebut menyatakan, Komisi VIII DPR RI senantiasa memberikan dukungan bagi pertumbuhan dan perkembangan terhadap penyelenggaraan pendidikan khususnya di madrasah dan pondok pesantren serta kepada UIN dan IAIN, melalui dukungan anggaran.

Turut hadir sejumlah Anggota Komisi VIII DPR RI, di antaranya John Kenedy Azis, Muhammad Ali Ridha, Hasan Basri Agus, M. Husni, Jefry Romdonny, Anisah Syakur, Bukhori Yusuf dan Nur Azizah Tahmid.  qq/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)