Komisi VIII Apresiasi Pelaksanaan Program Perlindungan Sosial di Pekalongan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily menyalurkan bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Foto: Tiara/nvl

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily mengapresiasi pelaksanaan program perlindungan sosial khususnya di Kabupaten Pekalongan. Program sosial yang sudah berjalan saat ini di Pekalongan, menurutnya sudah terintegrasi dengan program-program dari Kementerian Sosial. 

“Tujuan utama kami ke sini, ingin memastikan berbagai macam program perlindungan sosial seperti PKH, PBNT, program ATENSI itu dipastikan bisa terdistribusi dengan baik. Dari kunjungan ini kami mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemkab Pekalongan yang juga memiliki program-program bantuan sosial yang lain, yang didanai oleh APBD,” jelas Ace usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (3/11).  

Politisi Partai Golkar ini juga turut memastikan program pemutakhiran data yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk bisa dimutakhirkan, sehingga nantinya diharapkan penerima bantuan sosial khususnya di Kabupaten Pekalongan bisa tepat sasaran. Pasalnya, DTKS yang dijadikan dasar untuk mendistribusikan bantuan sosial masih ditemukan banyak masalah di beberapa daerah.

“Kami mendorong agar daerah dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan agar meng-update secara periodik terhadap dinamika perkembangan dari penerima bantuan sosial. Cara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan melakukan labelisasi terhadap penerima bantuan sosial saya kira itu merupakan salah satu upaya di tingkat pemerintah daerah agar terjadi graduasi, agar tepat sasaran. Jadi bagi yang misalnya tidak berhak untuk menerima bantuan tentu seharusnya mereka tidak mendapatkan bantuan sosial tersebut,” tandas Ace. 

Sebelumnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya mengatakan untuk memilah penerima bantuan sosial yang berhak menerima, dilakukan dengan cara melabelisasi di setiap rumah yang berhak untuk menerima bantuan. Dirinya mengaku terobosan yang telah dilakukannya ini tidak pernah dilakukan sebelumnya.  

“Karena saya mau yang terima bantuan adalah orang-orang yang sesuai, yang berhak mendapatkan haknya. Maka dari itu labelisasi semua rumah terus kami lakukan dan hal ini terbukti efektif. Sebanyak 4000 orang yang masih dikategorikan mampu akhirnya mengundurkan diri. Apalagi melihat pandemi Covid-19 dan di Pekalongan sendiri PPKM masih pada level 3 banyak masyarakat yang ekonominya sulit dan kurang mampu belum mendapat PKH ini harus kita perhatikan,” tuturnya. 

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik tersebut, Komisi VIII DPR RI turut menyalurkan bantuan sebesar Rp1,7 miliar dari Kemensos kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Bantuan tersebut yaktu di antaranya, Bantuan ATENSI, Bantuan Anak Yatim, Bantuan Disabilitas, dan bantuan usaha untuk Program Keluarga Harapan (PKH).  tra/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)