Komisi VII: Negara Berpotensi Kehilangan Pendapatan dari Cukai Rokok

Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo

Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo mengatakan, Komisi VII DPR RI memberikan concern pada industri rokok. Perkembangan industri tembakau harus dipantau dan terus diberikan solusi. Karena negara kemungkinan banyak terjadi potensi kehilangan pendapatan dari pajak cukai yang nilainya hampir menyentuh 20 persen. 

“Nilai ini cukup fantastis,” ujar Sartono saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan peninjauan lapangan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Industri AGRO Kementerian Perindustrian, Dirut PT Djarum Kudus, Bupati Kudus, dan Kadis Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, di Kantor PT Djarum, Kudus, Jateng, Kamis (30/6). 

Politisi Partai Demokrat ini juga menyampaikan bahwa industri rokok harus siap menghadapi tekanan baru dalam berbagai aspek.  Tekanan yang datang dengan tujuan supaya industri ini bisa bertahan, seiring dengan banyaknya permintaan pasar dan kemajuan teknologi saat ini. 

“Serapan tenaga kerja sudah luar biasa, seperti buruh, petani dan juga pajak. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tadi, kita mendapatkan masukan-masukan yang luar biasa, dimana industri rokok lokal harus siap menghadapi tekanan seiring dengan perkembangan zaman. Ditambah banyaknya kompetitor yang masuk, termasuk produk-produk impor, bahkan rokok elektrik,” tuturnya. •dip/sf

INDUSTRI ROKOK HARUS SIAP MENGHADAPI TEKANAN BARU DALAM BERBAGAI ASPEK.  TEKANAN YANG DATANG DENGAN TUJUAN SUPAYA INDUSTRI INI BISA BERTAHAN,”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)