Komisi IX Prihatin Atas Tingginya Angka Stunting di Gorontalo

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh. Foto: Nadya/nvl

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyoroti masih tingginya angka stunting di Provinsi Gorontalo, yaitu sekitar 24 persen dan masih jauh dari standar yang ditentukan oleh pemerintah yaitu 14 persen. Menurutnya, penyelesaian persoalan stunting ini tidak hanya hal yang berkaitan dengan ekonomi dan pendidikan, namun ada peran budaya daerah di dalam implementasi pencegahan stunting. 

“Soal budaya, Gorontalo penghasil ikan yang luar biasa. Tuna itu sumber gizi yang luar biasa, namun mungkin ada budaya-budaya itu menjadikan anak atau ibu yang sedang hamil itu tidak mendapatkan akses (konsumsi ikan) itu. Bisa jadi mereka memiliki budaya yang menjadikan perempuan itu kalau makan mungkin harus setelah suaminya, atau apa ini perlu dilakukan digali lebih lanjut, apakah ada budaya seperti itu,” katanya usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI dengan Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Idris Rahim, beserta mitra kerja terkait, di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Selasa (22/2). 

Berdasarkan penjelasan Kepala Wilayah BKKBN Gorontalo, masih tingginya angka stunting karena ekonomi dan pendidikan. Namun, Ninik biasa Nihayatul disapa, beranggapan jika memang penyebabnya adalah faktor ekonomi, seharusnya persoalan gizi itu sesuatu yang sederhana dan mudah didapat. Dengan kekayaan alam Gorontalo yang meliputi gunung dan lautan, hal ini merupakan potensi terbesar Gorontalo. Namun, memang diakui Ninik, dari jumlah penduduk sebesar 1,3 juta, 900 penduduk itu adalah penduduk miskin. 

“Itu yang perlu kita lihat, apakah itu mempengaruhi soal stunting, itu yang (angka) stunting masih memang PR sekali. Saya pernah melakukan sosialisasi soal stunting ini dari 5 kabupaten 1 kota sudah pernah saya datangi semua dengan BKKBN, kita melihat memang pemahaman masyarakat soal stunting itu belum memadai seperti apa, apakah itu juga menjadi persoalan kita lihat nanti,” papar politisi PKB tersebut. 

Oleh karenanya, Ninik meminta kepada Kepala Kanwil Wilayah BKKBN Gorontalo untuk mengevaluasi langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk menangani persoalan stunting tersebut, dan mencari tahu lebih detail lagi terkait penyebab mengapa stunting masih tinggi di Gorontalo. Ninik mengakui, memang membutuhkan kerja keras yang luar biasa untuk menyelesaikan persoalan stunting di Gorontalo. 

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mengaku prihatin dengan tingginya angka stunting yang masih tinggi di Gorontalo diatas rata-rata Nasional. Mengingat, kondisi geografis Gorontalo yang kaya akan hasil laut, seharusnya kebutuhan gizi dan proteinnya dapat terpenuhi. 

“Kami sangat memprihatinkan karena kondisi geografis alami di Gorontalo inikan daerah perikanan mestinya proteinnya tinggi. Kemudian dari segi makanan jagung di sini nomor satu, dari segi kesediaan alam tidak jadi masalah, mungkin yang menjadi masalah pola hidup atau pola konsumsi atau budaya dari masyarakat. Karena di sini juga anemia masih sangat tinggi,” ujar politisi Partai Golkar itu. •ndy/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)