Komisi IX Minta RSUP Hasan Sadikin Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19

 
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar. Foto: Puntho/Man

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar meminta kepada seluruh rumah sakit, khususnya kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan peningkatan kapasitas Tempat Tidur (TT) bagi pasien Covid-19 melalui konversi persediaan TT. Mengingat, jumlah kasus positif Covid-19 masih terus melonjak setiap harinya. 

Ansory menegaskan, pentingnya konversi TT tersebut mengantisipasi kemungkinan beberapa pasien Covid-19 bergejala yang tidak tertampung di rumah sakit. Demikian ditekankan Ansory saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke RSUP Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/2).

“Jabar termasuk dalam zona 2 yaitu provinsi dengan Bed Occupancy Rate (BOR) TT Covid-19 sebesar 60-80 persen. Artinya, dari perkiraan populasi sebesar 49.317.000 maka dibutuhkan BOR TT layanan Covid-19 sebesar 78,8 persen. Untuk RSUP Hasan Sadikin, dari total 772 buah TT, terdapat 155 buah diantaranya digunakan untuk layanan Covid-19. Maka, total minimal TT yang harus dikonversi 232 buah,” ujar Ansory. 

Namun demikian, politisi Fraksi PKS tersebut mengingatkan penambahan kapasitas TT juga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial maupun struktur RS. Bila RS tidak mampu mengonversi TT sesuai angka Kementerian Kesehatan, maka Ansory mengusulkan dapat dilakukan penambahan TT secara minimal sebagai bentuk partisipasi aktif publik.

Lebih lanjut, Ansory juga mengingatkan RSUP Hasan Sadikin pada khususnya dan seluruh RS pada umumnya di seluruh Indonesia juga tetap wajib memperhatikan para pasien non Covid-19 dalam melakukan pelayanan kesehatan. Terutama, sambung Ansory, bagi segenap pasien yang memiliki penyakit komorbid misalnya hipertensi, jantung, diabetes mellitus, dan penyakit katastropik lainnya. 

“Atas dasar itulah, Komisi IX melakukan peninjauan secara langsung untuk melihat kesiapan konversi TT, pemenuhan logistik dan tenaga kesehatan bagi layanan Covid-19 di Jabar sebagai daerah zona 2 dan di RSUP Hasan Sadikin sebagai salah satu RS vertikal. Hal ini merupakan pelaksanaan dari fungsi pengawasan DPR RI yang akan menghasilkan rekomendasi kepada mitra kerja demi menjaga kualitas generasi bangsa,” pungkasnya. 

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan pada pertengahan Januari lalu, Menkes Budi Gunadi Sadikin akan melakukan penambahan kapasitas TT Covid-19 di RS vertikal sebanyak 30-40 persen dari kapasitas. Hal ini diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Menkes nomor HK 02.01/Menkes/11/2021 tentang Peningkatan Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19 pada RS Penyelenggara Pelayanan Covid-19. 

Serta, SE Menkes nomor HK 02.01/Menkes/12/2021 dan SE nomor HK 02.01/Menkes/12/2021. Melalui SE ini, Kemenkes meminta semua RS untuk melakukan peningkatan kapasitas TT melalui konversi persediaan TT.  Dimana, Kemenkes akan menambah sebanyak 90 TT. Sehingga, akan ada sebanyak 245 TT (32 persen dari total TT) yang digunakan untuk layanan Covid-19.   pun/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)