Komisi IX Minta Pemda Sulut Lebih Cermat dalam Menerima TKA

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtunewe foto bersama usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Foto: Taufan/nvl

Provinsi Sulawesi Utara telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat sebagai pintu transit Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan bekerja di Morowali dan Maluku Utara. Sebanyak 7000 TKA yang bisa transit dan masuk melalui Sulut, dimana dari jumlah tersebut, beberapa orang TKA tinggal dan bekerja di daerah Nyiur Melambai. 

Kedatangan para TKA tersebut dikhawatirkan akan menularkan  Covid-19 kepada masyarakat setempat. Tenaga kerja asing juga akan berdampak terhadap kesejahteraan tenaga kerja lokal karena jika dibiarkan terus-menerus akan berakibat fatal. 

“Kedatangan TKA ini harus kita konfirmasi dan klarifikasi, terutama bagaimana upaya Pemda dalam penanganan Covid-19 terhadap TKA tersebut kemudian mengenai kesejahteraan tenaga kerja lokal juga menjadi fokus kami,” Kata Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtunewe di Kantor Gubernur Sulut, Kota Manado, Jumat (28/5). 

Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengatakan, kebijakan masuknya TKA perlu dijadikan perhatian penting. Pemda diharapkan lebih cermat dan bijak untuk menjaga keseimbangan tenaga kerja lokal dan asing. 

“Informasinya TKA yang masuk itu kan dalam jumlah yang banyak ini harus dijadikan perhatian jangan sampai nanti pekerja lokal atau daerah malah tergerus dengan kehadiran TKA ini, intinya Pemerintah daerah harus lebih cermat dan bijak jangan sampai kecolongan” sebut Felly.  tn/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)