Komisi IX Dorong Pembangunan RS Pratama di Raja Ampat

Tim Kunker Reses Komisi IX DPR RI bertukar cenderamata dengan Bupati Raja Ampat. Foto: Aisyah/Man

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mendorong didirikannya Rumah Sakit (RS) Pratama untuk menyokong pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Menurutnya, selain infrastuktur, destinasi wisata harus didukung dengan pelayanan kesehatan yang memadai agar wisatawan lebih merasa aman mengunjungi Raja Ampat. 

“Ketika mereka (wisatawan) diving dan mereka bermain air, lalu ada kecelakaan kecil, kalau rumah sakitnya tidak representatif tentu akan sulit. Jadi sebenarnya untuk mendukung pariwisata kita harus menopang dari banyak pihak. Mulai (dari) infrastruktur, lalu rumah sakitnya, sumber daya manusianya dan sebagainya,” terangnya usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI dengan Bupati Raja Ampat di Papua Barat, Sabtu (9/10). 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Ninik ini menambahkan, SDM di Raja Ampat juga perlu ditingkatkan. Hal ini dapat ditingkatkan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah ada, sehingga ke depannya dapat melayani para wisatawan dengan kemampuan yang lebih baik lagi. Pihaknya pun mengapresiasi kinerja Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati atas cakupan Health Coverage yang telah mencapai 100 persen. 

“Saya pikir itu sudah sangat progresif dan bisa menjadi garansi kepada masyarakat di Raja Ampat ini untuk bisa lebih baiknya ke depan. Kita ini (DPR dan pemerintah) pusat harus turun, harus melihat apa yang dibutuhkan untuk menguatkan pariwisata yang ada di (Raja Ampat) sini. Jadi bukan hanya pariwisata hanya sekadar tempat wisatanya yang di bagus-in tapi juga poin-poin yang lainnya, infrastrukturnya, kesehatannya, transportasinya, sumber daya manusianya pun juga harus dikuatkan,” inbau legislator dapil Jawa Timur III ini. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati meyakini bahwa Kunjungan Komisi IX DPR RI ke Raja Ampat dapat menindaklanjuti usul pembangunan RS Pratama yang nantinya akan dibangun di Raja Ampat bagian selatan. Perlu diketahui, antara Pulau Misool dengan Kota Waisai yang menjadi pusat pemerintahan Raja Ampat itu memakan waktu perjalanan sekitar 5 jam. Oleh karena itu, didirikannya RS Pratama di Raja Ampat merupakan hal yang lebih urgent (mendesak).

“Kami juga membutuhkan puskesmas prototype yang juga sudah dibangun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan berbagai hal juga yang perlu kami minta perhatian adalah rumah sakit kami yang sudah ada, yang dalam hal ini adalah kelas tipe D agar dapat diberikan dukungan dari Kementerian Kesehatan berupa sarana dan prasarana alat kesehatan dan juga pembangunan,” pinta Bupati Raja Ampat.  ais/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)