Komisi IV Minta Ekosistem Ikan Bilih Dipulihkan

 
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini memimpin Tim Kunker ke Danau Singkarak, Sumbar. Foto: Arief/nvl

Ikan bilih merupakan ikan endemik yang memiliki populasi terbesar dan hanya ditemukan di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Untuk itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini menginginkan agar ada alternatif untuk mengembangkan ikan bilih agar tidak punah. 

“Ikan khas Danau Singkarak sudah mulai punah, harus ada alternatif untuk pemulihan ekosistem karena ribuan masyarakat yang sampai saat ini masih bergantung pada Danau Singkarak ini,” ujar Anggia usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Danau Singkarak, Sumatera Barat, baru-baru ini. Turut didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan dan Kadis Lingkungan Hidup Sumbar. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menerangkan penyebab terancam punahnya ikan bilih dipicu oleh alat dan cara tangkap yang digunakan masyarakat tidak ramah lingkungan. Nelayan menggunakan berbagai jaring untuk menangkap ikan bilih sesuai dengan lokasi penangkapannya seperti jaring panjang, jaring lingkar bahkan setrum listrik yang mematikan semua ikan. 

“Tidak hanya karena aktivitas penangkapan ikan, kelestarian ikan bilih juga terancam akibat aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar danau Singkarak. Jika dibiarkan berlanjut, maka beban pencemaran ekosistem Danau Singkarak semakin berat. Pada akhirnya akan merugikan semua pihak termasuk kelestarian biota danau khususnya ikan bilih,” terang legislator dapil Jatim VI itu. 

Di tempat yang sama Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menjelaskan, pertumbuhan ikan bilih saat ini masih secara alami dan belum disentuh oleh teknologi. Populasinya akan mengalami penurunan ketika masyarakat melakukan penangkapan untuk pemenuhan kebutuhannya. Jika tidak tersentuh teknologi dalam pengembangan dan budidayanya, lambat laun ikan bilih mengalami kepunahan. 

“Kami meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, khusus kepada Dirjen Budidaya, harus ada sentuhan teknologi yang bisa mengembangkan dan membudidayakan ikan bilih. Sehingga bisa pulih selain tumbuh secara alami tetapi juga tumbuh secara teknologi untuk memenuhi permintaan masyarakat dan diekspor ke luar dari daerah sampai ke Jakarta karena ikan ini terkenal satu-satunya ikan endemik yang hanya ada di Danau Singkarak,” pungkas politisi PKS tersebut.  afr/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)