Komisi IV Dukung Barantan Tingkatkan Ekspor Komoditas Pertanian Sulut

Tim Kunker Reses Komisi IV DPR RI meninjau Kantor UPT Badan Karantina Pertanian Wilker Pelabuhan Laut Bitung, Sulawesi Utara. Foto: Ann/nvl

Anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar mendorong peningkatan ragam dan volume ekspor komoditas pertanian di Provinsi Sulawesi Utara. Ia mengapresiasi ekspor produk pertanian Sulut mampu meningkat signifikan di tengah pandemi global. Dirinya juga mendukung gagasan Sulut sebagai akses distribusi ke sejumlah negara, khususnya di kawasan Asia Pasifik. 

“Bitung ini cocok jadi hub atau pintu masuk dari Asia Pasifik, karena ditopang oleh posisi Sulawesi Utara yang berada di bibir (Samudera) Pasifik,”  kata Mindo usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau Kantor UPT Badan Karantina Pertanian (Barantan) Wilker Pelabuhan Laut Bitung, Sulut, Sabtu (10/4). 

Disebutkan politisi F-PDI Perjuangan ini, Pelabuhan Laut Bitung memiliki akses yang lebih luas dan jarak yang lebih pendek untuk melayani arus perdagangan Asia Pasifik. Selain itu, sebagian komoditas ekspor pertanian diberangkatkan melalui pelabuhan ini. 

Menurut Mindo, Pelabuhan Bitung bisa menjadi Pacific gateway berbagai produk ke sejumlah negara seperti China, Korea, Jepang serta negara negara lainnya. Karena itu, menurutnya peran dan kapasitas Pelabuhan Bitung perlu ditingkatkan. 

Legislator dapil Jawa Timur VIII itu menambahkan Sulut memiliki potensi komoditas pertanian yang bisa eksplorasi untuk meningkatkan peluang pasar ekspor. Misalnya, produk pertanian berupa kakao, kelapa dan berbagai olahannya. 

Senada, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin mengapresiasi Barantan Manado dalam melakukan terobosan dalam mendukung ekspor produk atau komoditas pertanian khususnya di wilayah Sulut. 

Berdasarkan pencatatan sistem Iqfast, total nilai ekonomi komoditas yang berhasil diekspor pada triwulan pertama periode 2021 mencapai Rp1,3 triliun, atau terjadi kenaikan 170 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp500 miliar. 

“Saya mengapresiasi penuh kinerja layanan yang terus ditingkatkan. Ini bisa dilihat dari jumlah sertifikat karantina yang terbit sepanjang triwulan pertama 2021,” jelas politisi F-NasDem itu sembari menambahkan kenaikan tersebut mengindikasikan peningkatan perdagangan produk pertanian di Sulut baik domestik maupun ekspor. 

Dalam kesempatan tersebut, legislator dapil Jawa Timur II ini juga menyampaikan aspirasi Barantan terkait penambahan personel beserta dukungan anggaran akan disampaikan kepada pemerintah.  

Sebelumnya, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil memaparkan jumlah personel yang aktif saat ini masih jauh dari kebutuhan. Dia menuturkan Badan Karantina Pertanian memiliki hampir 1.000 wilayah kerja, namun personel dengan status Aparatur Sipil Negara hanya sebanyak 3.700 orang. Sementara, tenaga harian lepas atau tenaga kontrak berjumlah 2.000 orang.  ann/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)