Komisi IV Apresiasi Inovasi Riset Budi Daya Padi Gogo di Lampung

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau lokasi 'Rice Estate' di Tulang Bawang Barat, Lampung.

Mendukung penuh cita-cita mewujudkan ketahanan pangan nasional, Komisi IV DPR RI mengapreasiasi PT Huma Indah Mekar (PT HIM), bagian dari PT Bakrie Sumatera Plantation, yang mengupayakan inovasi riset budi daya Padi Gogo di Provinsi Lampung. Tanpa adanya dorongan inovasi riset ini, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menilai Indonesia akan kesulitan memenuhi pasokan pangan.  

Demikian pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau lokasi percontohan Rice Estate di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, Selasa (12/7). Ia menegaskan, pemerintah baik pusat maupun daerah beserta pihak swasta harus saling bersinergi agar inovasi riset budi daya Padi Gogo tetap berlanjut.  

“Kami memberikan apresiasi kepada PT HIM, anak perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantation untuk inovasi (budi daya Padi Gogo) yang dilakukan dalam sektor ketahanan pangan dan gizi. Tentu saja, ini tidak bisa diabaikan pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah harus hadir memberikan perhatian,” ucap Sudin. 

Bagi Sudin, sinergi pemerintah dan swasta jadi hal yang vital. Dari sudut pandangnya, ia sangat memahami tantangan utama sektor pertanian adalah kenaikan harga pangan akibat situasi geopolitik, produksi dalam negeri yang cenderung menurun, perubahan iklim, dan merebaknya penyakit hewan dan tumbuhan. Maka dari itu, setiap pihak yang berkelindan juga harus mengantisipasi sejumlah tantangan pangan tersebut.  

Selain itu, Sudin menekankan pendampingan dan masukan, terutama dari aspek budi daya dan kesesuaian agroekosistem spesifik di lapangan juga diupayakan untuk keberlangsungan inovasi budi daya Padi Gogo ini. Sehingga, tegas politisi PDI-Perjuangan itu, hasil budi daya pangan di Lampung menghasilkan produksi yang maksimal.  Hingga saat ini, budi daya Padi Gogo tahap I di Tubaba memiliki area luas tanam sebesar 84 hektar. Masing-masing varietas yang ditanam untuk budi daya Padi Gogo adalah varietas Inpago Unsoed I, Situ Patenggang, Inpago Unsoed Protani, IPB 9G, dan Inpago 10. •ts/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)