Komisi I Perjuangkan Terbentuknya Batalyon Infanteri untuk Korem 131 Santiago

 
Foto bersama Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan Komandan Resor Militer 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong. Foto: Kiki/Man

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menyatakan Komisi I DPR RI akan memperjuangkan terbentuknya Batalyon Infanteri (Yonif) untuk Komando Resor Militer (Korem) 131/Santiago. Mengingat Korem 131/Santiago mempunyai wilayah pembinaan potensi kekuatan teritorial di wilayah Sulawesi Utara yang terdiri dari 4 kota dan 11 kabupaten. 

“Jadi (di Sulut) ada tiga Korem, dua Korem sudah punya Batalyon, di mana Korem 131/Santiago yang kita kunjungi, tidak memiliki Batalyon. Tentu kita sangat prihatin dan kita akan perjuangkan bersama Komisi I DPR untuk mendapatkan anggarannya sehingga bisa terbentuk Batalyon di Korem 131/Santiago,” kata Anton usai memimpin Komisi I DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Danrem Brigjen TNI Prince Meyer Putong, beserta jajarannya, di Manado, Sulawesi Utara, Senin (11/10). 

Selain itu, kata politisi Partai Demokrat tersebut, Komisi I DPR RI juga akan memperjuangkan kenaikan tunjangan kinerja 100 persen kepada personel TNI pada tahun 2022.Karena tunjangan kinerja ini penting segera dilakukan sebagai imbal balik dari proses profesionalisme yang dilakukan oleh para personel TNI, di mana kenaikan tunjangan kinerja TNI dilakukan untuk mewujudkan reformasi di lingkungan TNI. 

“Reformasi di lingkungan TNI tidak dapat dilakukan tanpa memperhatikan masalah persoalan kesejateraan prajurit itu sendiri. Oleh karena itu, dengan perbaikan kesejahteraan prajurit, TNI juga semakin dituntut untuk mewujudkan tentara yang profesional dan tangguh sebagai fungsi pertahanan dan keamanan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tandas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat V tersebut. 

Anton menambahkan, perlu diketahui juga saat ini Komisi I DPR melalui Panja Kesejahteraan Prajurit sedang mengakselerasi terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tunjangan Kinerja Kemhan dan TNI, Kenaikan Tunjungan Prajurit yang Bertugas di Wilayah Terpencil, Tunjangan Oditur Militer, Tabungan Hari Tua, Tunjangan Khusus TNI untuk Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, Wan TNI, Satuan Khusus TNI, dan Kenaikan Uang Lauk Pauk (ULP) Prajurit dan Uang Makan PNS. 

Sebelumnya Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, menyampaikan permohonan dukungan dari Komisi I DPR agar Korem 131/Santiago mempunyai Batalyon beserta Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang mumpuni. “Kami meminta dukungan Komisi I DPR agar Korem 131/Santiago mempunyai batalyon tempur dan penambahan alutsista,” kata Meyer.  qq/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)