Komisi I Nilai Areal Latihan Yonkav 4 Kijang Cakti Sudah Tak Layak

Tim Kunker Komisi I DPR RI meninjau berbagai fasilitas Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti. Foto: Jaka/nvl

Anggota Komisi I DPR RI Farhan memperoleh sejumlah informasi bahwa Batalyon Kavaleri (Yonkav) 4/Kijang Cakti Kota Bandung tidak memiliki area lahan latihan yang luas. Bahkan areal latihan itu sudah tidak memungkinkan untuk digunakan latihan oleh alutsista (alat utama sistem pertahanan) jenis kendaraan berat.

Hal tersebut menjadikan lokasi latihan prajurit TNI sudah tidak layak dan relevan, serta ramai oleh penduduk dan ramai lalu lintas. Farhan mendorong pemerintah dari tingkat pusat dan daerah untuk bekerjasama menyelesaikan permasalahan ini.  

“Sebagaimana bentuk dukungan terhadap peran dan tugas TNI, sudah seharusnya pemerintah ataupun kementerian terkait bisa bekerjasama dan bersinergi mewujudkan lokasi latihan yang layak dan relevan untuk digunakan latihan prajurit,” kata Farhan usai mengikuti pertemuan Tim Kunker Reses Komisi I DPR RI dengan Kepala Staf Komando Daerah Militer III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Komandan Batalyon Kaveleri 4/KC Letnan Kolonel Kavaleri Christian Gordon Rambu serta Asisten Kasdam III/Siliwangi, dan Kabalak Kodam III/Siliwangi di Yonkav 4/KC, Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini. 

Lebih lanjut politisi Partai NasDem itu menilai sangat penting adanya fasilitas tempat latihan yang luas, layak dan relevan bagi prajurit TNI. Menurutnya tidak ada gunanya jika memiliki alutsista yang canggih namun tidak memiliki tempat latihan.

“Saya rasa persoalan ini salah satu prioritas yang harus kita utamakan. Diharapkan para prajurit TNI yang berada di bawah naungan Yonkav 4/Kijang Cakti dapat memiliki tempat latihan yang sesuai prosedur sebagai mana mestinya. Dengan demikian latihan para prajurit TNI bisa maksimal,” harap Farhan.  

Di sisi lain, masih kata Farhan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan tugas dan fungsi TNI dalam menjalankan tugas negara. “Salah satunya adalah tentang kesejahteraan prajurit, diharapkan dari hasil Panja Kesejahteraan Prajurit bisa menemukan, mengindentifikasi mana saja yang menjadi prioritas yang harus Komisi I pilih guna mewujudkan kesejahteraan prajurit mulai dari uang makan hingga tempat tinggal,” tandas legislator dapil Jawa Barat I itu.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi I DPR RI Bambang Heri mengkritisi peralatan alutsista Yonkav 4/KC jenis tank yang sudah sangat tua, sehingga perlu diperbaiki. “Dengan demikian saya mengharapkan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertahanan bisa meningkatkan anggaran untuk alutsista, sebagaimana kita lihat fungsi dari alat itu sendiri sudah tidak maksimal,” harap politisi Partai Golkar itu. 

Kekuatan personel Yonkav 4/KC yang saat ini hanya 60 persen, dinilai Bambang juga perlu ditingkatkan. Diketahui kekurangan yang saat ini diperlukan yakni 7 perwira, 7 bintara dan 79 tamtama. “Saya menilai kekurangan ini perlu dievaluasi lagi. Pasalnya tidak menutup kemungkinan jika terus berjalan seperti saat ini, kekuatan dari Yonkav 4/KC bisa turun di angka 50 persen, itu yang saya tidak inginkan,” imbuh politisi dapil Kalimantan Selatan I itu.  rni/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)