Kalbar Alami Blank Spot, Metode PJJ Sulit Diterapkan

 
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI bertemu dengan Wali Kota Pontianak, DPRD Pontianak, beserta Forkopimda. Foto: Runi/Man

Pemerintah sedang gencar mendorong sekolah-sekolah untuk meningkatkan metode pembelajaran belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem digital di masa pandemi Covid-19. Hal ini bertujuan agar siswa tidak kehilangan kesempatan belajar di masa pandemi. Oleh sebab itu, dukungan sarana dan prasarana teknologi informasi serta komunikasi, sudah seharusnya terhubung dengan jaringan internet yang baik. 

Namun metode PJJ sulit diterapkan di Kalimantan Barat, karena banyak wilayahnya yang belum tersentuh jaringan sinyal komunikasi (blank spot), sehingga menjadi persoalan bagi pelajar yang bersekolah melalui jalur daring. Hal tersebut terungkap saat Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI menggelar pertemuan dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, DPRD Pontianak, Forkompimda, beserta jajaran SKPD Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar, di Kantor Wali Kota Pontianak, Kalbar, Jumat (8/10). 

“Banyak daerah di Kalimantan Barat dan juga di daerah serupa, yang mempunyai persolan yang sama, yakni tidak memadainya akses internet ataupun dari perangkatnya sendiri, contohnya alat komunikasi yang tidak men-support. Sehingga pembelajaran secara daring tidak maksimal dilakukan. Untuk itu, masalah ini selayaknya dipecahkan secara bersama dengan kementerian terkait,” jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. 

Lebih lanjut politisi Partai Golkar itu mengatakan, Komisi X DPR RI akan mengkomunikasikan permasalahan tersebut kepada pihak terkait, salah satunya Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), untuk memastikan setiap daerah yang memiliki blank spot, bisa diberikan jalan keluarnya 

“(Harapannya) akses jaringan internet bisa lebih baik digunakan, dengan sinyal yang bagus, diharapkan siswa-siswi yang melakukan pembelajaran secara online bisa lebih memahami apa yang dijelaskan oleh pengajar serta memudahkan dalam pencarian materi sekolah. Hal tersebut dilakukan guna mengejar ketertinggalan akibat pandemi covid-19.” tandas Hetifah. 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot menjelaskan bahwasanya Komisi X DPR RI sudah meminta dukungan Kominfo dalam rangka penerapan PJJ, supaya Kominfo dapat membangun BTS (Base Transceiver Station) sampai ke pelosok-pelosok daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) di seluruh Tanah Air. 

“Di harapkan, dengan adanya pembangunan BTS di daerah 3T, masyarakat ataupun siswa-siswi yang berada di daerah terpencil dapat menggunakan akses internet dengan baik. Sehingga ke depan PJJ bisa dilaksanakan dengan maksimal, itu menjadi tujuan paling utama adanya pembangunan,” harap legislator dapil Kalbar II tersebut. 

Seperti diketahui, tak hanya di kota-kota kecil, di Kota Pontianak pun masih terkendala akses internet. Dan ini sudah seharusnya menjadi perhatian para pejabat daerah di Kalbar, agar dapat memberikan dukungan untuk mengatasi blank spot, guna memudahkan siswa-siswi menjalani PJJ.  rni/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)