Jalin Hubungan Baik, Komisi I Terima Kunjungan Dubes Australia

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid didampingi Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin bertukar cenderamata dengan Duta Besar Australia Peni William PMS. Foto: Jaka/nvl

Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, Australia merupakan salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Untuk membangun hubungan dan komunikasi yang baik antar kedua negara, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid memimpin pertemuan Komisi I DPR RI dengan Duta Besar Australia Peni William PMS di Ruang Pimpinan Komisi I, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5). 

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin yang mendampingi Meutya dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa pertemuan antar kedua negara tersebut membahas berbagai hal seperti mengenai kaukus perempuan parlemen, hubungan bilateral IndonesiaAustralia di neraca perdagangan hingga sikap dan posisi Australia terhadap permasalahan di Papua. 

“Beberapa hal yang kita bahas tadi kita dengar tentang kaukus (perempuan parlemen), kemudian juga tentang posisi mereka terhadap Papua, dan juga yang lainnya adalah tentang hubungan bilateral di neraca perdagangan. Kita ingin tahu lah sebagaimana biasanya dalam komunikasi antar dua negara begitu,” ungkapnya. 

Terkait dengan isu-isu permasalahan di Papua, Nurul mengatakan bahwa Australia tidak berpihak kepada kelompok separatis tertentu dan mendukung Pemerintah Indonesia. “Ini bahasa-bahasa kenegaraan ya, saya kira memang posisinya tidak berpihak kepada separatis tertentu saja seperti itu, tapi lebih mendukung pemerintahan Indonesia dan tidak ada urusan dengan gerakan separatis tersebut,” jelasnya. 

Nurul menambahkan, hubungan bilateral dan komunikasi antara Indonesia dan Australia selama ini telah berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ia berharap hubungan kedua negara ini dapat terus terjalin dengan baik ke depannya. Terlebih, kini pandemi sudah mulai berangsur normal dan letak geografis Indonesia dengan Australia yang cukup dekat. 

“Sekarang mereka (Australia) juga sudah mulai melakukan kembali kunjungan-kunjungan wisatawan masyarakat Australia ke Bali, kemudian juga membuka kembali pintunya untuk para student (pelajar) Indonesia di sana dan wisatawan juga,” imbuh politisi Partai Golkar ini. 

Lebih lanjut, legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I ini terkesan dengan Dubes Peni William PMS. Pasalnya, Dubes William merupakan dubes perempuan pertama Australia untuk Indonesia. Selain itu, Dubes William juga fasih berbahasa Indonesia dan pernah tinggal di Indonesia di masa kecilnya. 

“Tadi kita senang karena beliau juga masa kecilnya dilalui di Indonesia kemudian ada adik-adiknya juga masih tinggal di Indonesia, jadi saya kira ini keIndonesiaannya cukup kuat lah, beliau juga bisa berbahasa Indonesia, pada umumnya duta besar Australia bisa berbahasa Indonesia tapi beliau kan pernah tinggal di sini di masa kecilnya,” kesan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut. •bia/sf

INI BAHASA-BAHASA KENEGARAAN YA, SAYA KIRA MEMANG POSISINYA TIDAK BERPIHAK KEPADA SEPARATIS TERTENTU SAJA SEPERTI ITU.”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)