Hafisz Tohir Dorong Masyarakat Siap Hadapi Era Digitalisasi

Foto bersama Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan Forkopimda Ogan Komering Ilir. Foto: DIPA/PDT
Foto bersama Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan Forkopimda Ogan Komering Ilir. Foto: DIPA/PDT

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir menyampaikan bahwa perekonomian dunia di tengah era digitalisasi saat ini mulai bergeser menuju Green Economy. Ia menegaskan bahwa ekonomi suatu negara dengan model konvensional seperti saat ini sudah tidak diterapkan lagi di sebagian negara. Menurutnya, kegiatan pembangunan maupun kegiatan produksi di era Green Economy harus berbasiskan kepada ekosistem.

“Artinya, tidak boleh merusak alam dan juga net zero emission. Selanjutnya kita juga telah bersepakat untuk tidak menaikkan temperatur 1,5 derajat, sehingga kita harus betulbetul well prepared terhadap kesiapan business plan maupun APBN kita,” tutur Hafisz di sela kegiatan BKSAP bertajuk ‘Urgensi Kerangka Keuangan Nasional yang Terintegrasi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Ogan Komering Ilir’ di Kantor Bupati OKI, Sumatera Selatan, Senin (26/9). 

Politisi Partai Amanat Nasional ini menegaskan bahwa kedepannya lembaga keuangan dunia, tidak akan membiayai suatu kegiatan atau suatu pembangunan yang tujuannya merusak lingkungan. Maka dari itu, program Green Economy akan segera diadopsi ke APBN pada tahun 2023 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Dalam delegasi parlemen di Kabupaten OKI ini, saya mengimbau kepada mahasiswamahasiswa yang hadir dan juga pemerintahan setempat, bahwa kompetisi yang sering terjadi antar pihak harus diubah menjadi kolaborasi. Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan lebih banyak disruptifnya daripada konstrukifnya. Walaupun kita harus berbagi, namun inilah resep terbaik untuk mengatasi globalisasi mendatang,” pungkas Hafisz.

Hafisz ingin masyarakat dapat peka terhadap perubahan yang dimulai dari saat ini. Mulai kreatifitas, inovasi, serta kesiapan yang matang, penting dilakukan sosialisasi sedini mungkin. Menurutnya, digitalisasi itu bekal yang harus diterobos dan dikuasai, khususnya oleh generasi muda, termasuk meningkatkan kreatifitas. Jika tidak dapat produk atau kegiatan kreatif, maka masyarakat Indonesia tidak dapat bersaing dengan negara lain. •dip/sf

KEDEPANNYA LEMBAGA KEUANGAN DUNIA, TIDAK AKAN MEMBIAYAI SUATU KEGIATAN ATAU SUATU PEMBANGUNAN YANG TUJUANNYA MERUSAK LINGKUNGAN.”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)