Gus Muhaimin: ‘Magang di Rumah Rakyat’ Kesempatan Strategis Bagi Mahasiswa Untuk Belajar

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar bersama dengan mahasiswa 'Magang di Rumah Rakyat'. Foto: RUNI/PDT 
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar bersama dengan mahasiswa 'Magang di Rumah Rakyat'. Foto: RUNI/PDT

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar hadir serta mengisi kegiatan kuliah umum yang menjadi rangkaian dalam kegiatan ‘Magang di Rumah Rakyat’ yang merupakan program ‘Kampus Merdeka’. Kegiatan magang ini dinilai menjadi kesempatan penting dan strategis bagi para mahasiswa untuk bukan hanya belajar mengenai teori dalam jurusan ilmu di perguruan tinggi masing-masing tetapi juga belajar mengenai kehidupan bernegara, bermasyarakat, sosial dan politik.

“(Program) ‘Merdeka Belajar’ ini cara cerdas untuk agar kualitas mahasiswa kita memenuhi kemampuan realitas, apakah di industri? Apakah di lembaga pemerintahan? Legislatif? Eksekutif? Nah yang di sini adalah masiswamahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang related konsen terhadap kenegaraan, pemerintahan, kebangsaan. Ini anak-anak yang milih magang di DPR, anak-anak yang mengerti bahwa seluruh urusan itu sentralnya disini dan di pemerintah,” kata Gus Muhaimin, di Ruang Rapat KK 2, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9).

Lanjutnya, di DPR semua para mahasiswa akan bertemu seluruh aspek kehidupan, dari ujung ke ujung, mulai dari yang mendasar, kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan, politik sendiri, pertahanan, semua aspek kehidupan diperoleh. Sehingga ‘Magang di Rumah Rakyat’ ini menjadi kesempatan strategis bagi mahasiswa karena di DPR mereka dapat melihat bagaimana pengambilan keputusan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dari seluruh kebutuhan yang diatur dan dikelola oleh negara.

Dalam kuliah umum ini, politisi PKB itu juga memberikan materi mengenai ‘Kaum Intelektual, Demokrasi dan Portofolio Baru Parlemen’, terkait demokrasi dan proses demokrasi yang ada di Indonesia serta peran DPR RI dalam proses demokrasi. “Jadi mereka akan mengikuti prosedur politik dan demokrasi, tapi mereka harus selama 4 bulan ini ditambahin dengan bekal konseptual. Supaya yang bukan dari FISIP, yang dari Biologi, yang dari Teknik Kimia, tetap punya wawasan memadai tentang cara bernegara yang benar,” pungkas Gus Muhaimin.

“Ya terakhir saya kasih kalimat penutup, para adek-adekku semua bersyukur, beruntung kalian semua melaksanakan kegiatan dengan baik, melanjutkan jenjang pendidikan formal yang bermutu, jangan disiasiakan. Manfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Untuk satu, buat diri kita bermutu, berkualitas, berkelas. Yang kedua jangan lupa, bermanfaat. Jangan menjadi bermutu, berkualitas, berkelas tapi tidak bermanfaat,” tuturnya. •gal/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)