Gus Muhaimin Kenang Kontribusi Buya Hamka Merawat Bangsa Melalui Peluncuran Buku

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar melihat buku dan manuskrip langka koleksi Perpustakaan Nasional RI. Foto: PRIMA/NVL
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar melihat buku dan manuskrip langka koleksi Perpustakaan Nasional RI. Foto: PRIMA/NVL

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengenang kontribusi Buya Hamka dalam konsistensi merawat bangsa, sejak lahir hingga wafatnya. Hal itu disampaikan Muhaimin saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku ‘Membaca Hamka Merawat Bangsa’ karya Umar Syadat Hasibuan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

“Buku ini telah merevitalisasi pemikiran dari Buya Hamka yang sangat dahsyat. Sosok ulama sekaligus seniman dan sastrawan, yang pasti dalam konteks waktu dan zaman akan memberi kekayaan khazanah intelektual dan sastra kita,” ujar Gus Muhaimin, sapaan akrabnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (29/8).

Selain itu, menurut Gus Muhaimin, cara Buya Hamka merawat bangsa adalah dengan cara menjadi figur yang konsisten (istiqomah) antara pemikiran dan perbuatan. Apa yang menjadi pemikiran Buya Hamka, sambung Gus Muhaimin, tercermin dari tiap tindakan keseharian.

Bahkan menurut politisi PKB tersebut, pemikiran untuk tidak mengikuti hawa nafsu untuk balas dendam politik, tercermin saat Buya Hamka berkenan untuk menjadi imam salat jenazah Bung Karno yang pernah memenjarakannya selama dua tahun empat bulan tersebut.

“Hamka adalah contoh bagi generasi saat ini termasuk tidak dendam terhadap Bung Karno meskipun dipenjara selama dua tahun. Itu pembelajaran yang sangat dahsyat, kesabaran memaafkan, saling menghormati itu yang harus dijadikan warisan bagi kita,” ujar legislator dapil Jawa Timur VIII tersebut.

Gus Muhaimin berharap sosok Buya Hamka yang menjadi ulama, filsuf, pejuang, hingga sastrawan tersebut dapat menjadi pedoman bagi anak muda untuk meningkatkan literasi. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk mempermudah penerbitan buku, menghilangkan pajak buku, serta memfasilitasi penyebaran buku-buku ke masyarakat di berbagai daerah melalui bantuan APBN.

“Saya kira semua (masyarakat) tidak bisa dapatkan akses karena buku mahal. Karena itu saya harapkan APBN menggratiskan buku-buku khususnya buku sejarah, sastra, dan ilmu pengetahuan,” tutup Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) tersebut. •rdn/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)