GKSB Parlemen IndonesiaPalestina Kutuk Israel Tembak Mati Wartawan

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Palestina DPR RI Syahrul Aidi Maazat. Foto: Kresno/nv

Wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh (51 tahun) ditembak mati dalam serangan Israel di Tepi Barat pada Rabu (11/5) lalu. Kejahatan kemanusiaan tersebut direspon Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Palestina DPR RI Syahrul Aidi Maazat. Dirinya mengutuk pembunuhan atas wartawan yang sedang menjalankan tugasnya tersebut. 

“Israel makin arogan dengan bekingan dia yang kuat. Jangankan dengan warga Palestina tak berdosa, dengan wartawan yang termasuk kepada komponen kemanusiaan yang harus dilindungi di medan perang selain petugas kesehatan berani mereka bunuh. Sangat biadab,” tegas Syahrul dalam keterangan persnya yang diterima Parlementaria, Kamis (12/5). 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, tentara Israel takkan gegabah untuk melakukan aksi jika tidak dilindungi. Dia juga meminta PBB menelusuri kejadian itu dan memberikan sanksi hukum yang jelas kepada Israel. Terlebih, lanjutnya, perlindungan terhadap wartawan jelas telah disebutkan dalam konvensi Jenewa harus dilindungi dari serangan kedua belah pihak. 

Diketahui, dalam melakukan peliputan, wartawan yang berdarah Palestina-Amerika tersebut mengenakan rompi pers yang dengan jelas menandainya sebagai seorang jurnalis saat meliput di kota Jenin. Shireen Abu Akleh merupakan jurnalis yang mulai dikenal sebagai intifada kedua di tengah kekerasan pemberontakan Palestina yang mengguncang Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat sejak tahun 2000 lalu. 

Diketahui, tewasnya Shireen tersebut disebabkan peluru tajam penembak jitu Israel bersarang ke lehernya di Kota Jenin di Tepi Barat. Kabarnya, Al Jazeera dan Kementerian Kesehatan Palestina menyalahkan pasukan Israel atas kematiannya. Di sisi lain, militer Israel balik menuding milisi Palestina mungkin bertanggung jawab. Meski demikian, tudingan Israel dinilai tidak kuat. •hal/sf

TENTARA ISRAEL TAKKAN GEGABAH UNTUK MELAKUKAN AKSI JIKA TIDAK DILINDUNGI.”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)