Dualisme Pengelolaan PPS Belawan Harus Segera Berakhir

Foto bersama Tim Kunker Reses Komisi IV DPR RI di Sumatera Utara. Foto: Ayu/nvl

Komisi IV DPR RI berharap dualisme pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan di Sumatera Utara dapat segera terselesaikan. Pasalnya, hal itu menjadi penyebab utama dari berbagai permasalahan yang ada pelabuhan terbesar kedua di Sumut, setelah pelabuhan perikanan Muara Baru itu. 

“Hari ini, secara resmi kami mendapat informasi adanya dualisme pengelolaan Pelabuhan Perikanan Belawan ini, yakni antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Perindo. Ini harus segera diselesaikan, agar tidak ada saling lempar tanggung jawab dan pada akhirnya saling mencari kambing hitam atas berbagai permasalahan yang ada di pelabuhan tersebut,” papar Anggota Komisi IV DPR RI Djarot Syaiful Hidayat saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke PPS Belawan, Sumut, Senin (21/2). 

Sebagaimana diakui baik KKP dan berbagai organisasi nelayan yang hadir di hadapan Komisi IV DPR RI, bahwa PPS Belawan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dimana infrastruktur yang rusak, becek dan minimnya berbagai fasilitas lain yang seharusnya dimiliki oleh pelabuhan perikanan besar. Seperti masih kurangnya panjang dermaga, belum adanya pabrik es dan kurangnya cold storage. 

“Karena ini merupakan pelabuhan perikanan, menurut saya lebih baik ada di bawah pengelolaan KKP. Dengan begitu, nantinya KKP lah yang bertugas untuk melakukan perbaikan berbagai infrastruktur, seperti jalan, penambahan panjang dermaga dan lainnya. Termasuk penyediaan berbagai fasilitas di PPS tersebut. Seperti pembangunan pabrik es dan cold storage, dan lain sebagainya,” tambah politisi PDI-Perjuangan ini. 

Oleh karenanya, Komisi IV DPR RI mendorong penuh diselesaikannya dualisme pengelolaan PPS Belawan ini. Bahkan ke depan (memasuki masa sidang), Komisi IV akan membahas permasalahan ini dengan KKP, serta berbagai pihak terkait lainnya. Hal itu semata untuk meningkatkan fungsi PPS Belawan tersebut, termasuk meningkatkan produksi ikan. Pada akhirnya juga meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan nelayan. •ayu/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)