DPR Dorong Antam Libatkan Pengusaha Lokal Kelola Tambang Nikel di Konawe Utara

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto. Foto: Prima/nv

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyoroti kurang maksimalnya pengelolaan tambang di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut Sugeng, banyaknya permasalahan yang muncul, salah satunya adanya gesekan dengan warga lokal, menjadi salah satu penyebab PT Antam selaku pemegang izin usaha pertambangan (IUP) terkendala dalam pengelolaan. 

“Bahwa Blok Mandiodo ini adalah daerah dengan hasil nikel dengan kadar yang tinggi, sehingga masyarakat daerah Konawe Utara harus dapat juga manfaatnya serta seluruh Indonesia secara umumnya,” ujar Sugeng saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/7). 

Oleh karena itu, politisi Partai NasDem ini mendorong PT Antam untuk melibatkan masyarakat sekitar, khususnya pengusaha lokal agar dapat turut andil dalam pengelolaan tambang nikel di Konawe Utara. Tambang yang tidak dapat dikelola oleh Antam, dapat dikelola oleh masyarakat lokal. 

“Ikut tadi berdiskusi dan berdebat dari mahasiswa, masyarakat, kalangan profesional. Saya bangga betul karena semua dengan hati yang tulus dan ikhlas untuk menyelesaikan masalah. Alhamdulillah hingga malam ini satu demi satu masalah bisa terselesaikan termasuk komitmen dari Antam untuk melibatkan pengusaha lokal. jadi halhal yang bisa dikerjakan pengusaha lokal tidak di monopoli Antam,” tutup legislator dapil Jateng VIII itu. •pdt/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)