Destinasi Rammang-Rammang Layak Jadi Desa Wisata dan Kampung Tematik

 
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panja Desa Wisata dan Kampung Tematik Komisi X DPR RI meninjau Desa Wisata Rammang-Rammang, Maros, Sulsel. Foto: Nadia/Man

Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly menilai Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan layak untuk memiliki Desa Wisata Kampung Tematik, mengingat potensi yang dimiliki Maros sangat besar dalam hal pariwisata. Destinasi tersebut di antaranya kawasan karst Rammang-Rammang, Leang-Leang yang memiliki lukisan di dalam goa berumur 4000 tahun, Taman Nasional Bantimurung dengan keanekaragaman kupu-kupunya dan air terjun serta taman yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan lokal ketika berkunjung ke Sulsel. 

“Kalau bicara tentang potensi Maros adalah salah satu kabupaten dari 24 Kabupaten di Sulsel yang memiliki potensi yang sangat besar dalam hal destinasi wisata,” kata Amure, sapaan akrab Andi Muawiyah Ramly, usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panja Desa Wisata dan Kampung Tematik Komisi X DPR RI meninjau Desa Wisata Rammang-Rammang, Maros, Sulsel, Jumat (17/9).

Terkait dengan Desa Wisata Rammang-Rammang, Amure menjelaskan bahwa desa wisata ini dibuka pada tahun 2019 yang kemudian menjadi viral, karena semua destinasi didatangi oleh berbagai wisatawan luar negeri meskipun jumlahnya masih sedikit. Di samping itu, selama 2 tahun Rammang-Rammang sudah diwacanakan untuk menjadi kawasan wisata Nasional dan juga kandidat Geopark Maros Pangkep. Mengingat, di Rammang-Rammang terdapat kawasan karst yang merupakan karst nomor dua setelah Meksiko. 

“Karst ini adalah nomor dua di dunia sesudah Meksiko tentunya, itu yang kita lewati tadi sepanjang sungai itu kepurbaan yang kita miliki di sini yang bisa menjadi objek mancanegara dan wisata nusantara,” ungkap Anggota F-PKB DPR RI itu. Amure pun mengakui, bahwa Rammang-Rammang ini masih perlu peningkatan sarana dan prasarana juga fasilitas wisata di dalamnya, seperti tempat sampah, toilet, infrastruktur jalan dan lain sebagainya. 

Menurut Amure, kekurangan-kekurangan yang masih dimiliki oleh Desa Wisata Rammang-Rammang itulah penyebab dirinya terus menerus menyampaikan kepada mitra kerja Komisi X DPR RI, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), agar Rammang-Rammang dapat dikembangkan selayaknya kawasan wisata yang dapat menjadi tumpuan masukan anggaran bagi pemerintah daerah dari sektor pariwisata. 

“Dan tentu saja apa yang kita sampaikan di Komisi X sudah ditindaklanjuti, diantaranya 2 bulan yang lalu saya kesini membawa pak Menteri Parekraf, dan salah satu makna kunjungan itu lalu beliau membangun tower sinyal komunikasi internet, karena dulu sinyal putus sambung, tentu saja kedatangan kita Komisi X ini betul-betul ingin melihat bagaimana perkembangan lebih jauh tentang Ramman-Rammang ini,” tandas legislator daerah pemilihan (dapil) Sulsel II itu.  ndy/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)