Desak Kemendagri Tingkatkan Anggaran Konsumsi Praja IPDN

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang saat memimpin tim kunjungan kerja reses Komisi II DPR RI ke Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu (26/10/2022). Foto: PUN/PDT 
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang saat memimpin tim kunjungan kerja reses Komisi II DPR RI ke Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu (26/10/2022). Foto: PUN/PDT

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk semakin meningkatkan anggaran lauk pauk konsumsi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Mengingat, anggaran lauk pauk Praja IPDN per praja IPDN saat Rp43 ribu dinilai belum setara dengan sekolah kedinasan lainnya seperti Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol).

“Kami sudah perjuangkan dari sebelumnya Rp34 ribu menjadi Rp43 ribu. Saat ini, uang lauk pauk per praja IPDN adalah Rp43 ribu. Tetapi itu masih jauh, kami inginkan naik di angka Rp65 ribu. Akmil itu Rp75 ribu. Maka, anggaran lauk pauk konsumsi per praja IPDN masih perlu ditambah. Jika pun tak menyamai, paling tidak mendekati sekolah kedinasan lain seperti Akmil dan Akpol,” ujar Junimart usai memimpin tim kunjungan kerja reses Komisi II ke Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu (26/10).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut mengungkapkan, tujuan utama anggaran lauk pauk harus ditambah karena IPDN merupakan sekolah ilmu terapan pemerintahan yang mencetak kader yang akan berkontribusi langsung dalam dunia pemerintahan. Sehingga, IPDN harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Seorang kader itu harus dicukupi kebutuhannya, di samping untuk pendidikan juga harus tercukupi untuk makanan dan minuman. Jika makanan dan minuman mencapai 2.500 kalori yang dibutuhkan per hari, maka akan terlahir kader pemerintahan yang siap dan sehat. Meski kondisi sedang tak menentu, tidak boleh menghambat pencetakan kader siap tempur dan siap secara spiritual,” tegas Junimart.

Senada, Anggota Komisi II Guspardi Gaus sebelumnya saat rapat menyayangkan masih jauhnya kesenjangan uang lauk pauk IPDN dengan sekolah kedinasan-kedinasan lainnya. Sebagaimana dikemukakan Rektor IPDN beberapa waktu lalu, ungkap Guspardi, ketika disandingkan uang lauk pauk dengan sekolah kedinasan-kedinasan lainnya masih jauh. Padahal, IPDN ini merupakan sekolah pemerintahan.

“Maka, ini terbuka kami sampaikan supaya kedepan IPDN semakin menjadi kampus luar biasa yang berbeda dengan kampus-kampus lainnya apalagi kampus ini bersifat boarding school dalam pembinaan karakter, batin dan sebagainya. Oleh karena itu, anggaran IPDN saat ini menurut saya perlu peningkatan yang luar biasa dengan program yang luar biasa. Komisi II DPR RI mendorong dan mendukung peningkatan anggaran IPDN,” tandas Politisi Fraksi PAN ini. •pun/aha

TUJUAN UTAMA ANGGARAN LAUK PAUK HARUS DITAMBAH KARENA IPDN MERUPAKAN SEKOLAH ILMU TERAPAN PEMERINTAHAN YANG MENCETAK KADER YANG AKAN BERKONTRIBUSI LANGSUNG DALAM DUNIA PEMERINTAHAN.”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)