BPOM Diminta Tindak Lanjut Pelarangan Penjualan Obat Mengandung DEG dan EG

Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam. Foto: MUN/PDT
Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam. Foto: MUN/PDT

Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam meminta BPOM menindaklanjuti pelarangan penjualan obat yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG). Dua Zat ini disinyalir menjadi salah satu pemicu meledaknya kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi di Indonesia beberapa waktu ini.

“BPOM memberikan himbauan atau larangan obat batuk sirup pada anak atau dewasa yang mengandung dietilen glikol dan etilen glikol supaya dihentikan penjualannya. Bagi kita karena fungsi dan tugas daripada BPOM memang melakukan pengawasan dan terdiri daripada orang-orang yang ahli, itu kita ikuti apa yang disampaikan oleh BPOM,” ujarnya.

Melalui sambungan telepon pada Rabu (19/10/2022), Legislator Dapil Sumatera Barat I ini mengatakan sebaiknya BPOM menarik obatobatan yang mengandung dua zat berbahaya tersebut. Menurutnya, himbauan ini akan lebih efektif jika diikuti dengan aksi penarikan obat tersebut masih beredar di masyarakat.

“Kita minta, kalau BPOM sudah melarang dan menganjurkan, harusnya BPOM menarik obat-obat itu yang beredar di masyarakat. Harus ditarik. Karena, kalau melarang saja, enggak ada gunanya,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Mantan Ketua IDI Cabang Payakumbuh ini juga meminta BPOM menjelaskan kepada masyarakat secara masif tentang peredaran obat-obatan yang mengandung DEG dan EG. Dirinya menjelaskan informasi ini juga dinilai vital bagi masyarakat yang ingin membeli obat dari luar negeri secara online.

“Kalau sudah ada beredar di Indonesia ya ditarik. Nah, kalau belum beredar, umpamanya, ya dilarang masuk ke Indonesia. Masyarakat diinformasikan juga bahwa obat batuk yang ada zat berbahaya itu belum masuk ke Indonesia dan masyarakat (untuk hati-hati), misal beli obat secara online,” jelas Suir Syam.

Dilansir dari situs BPOM, sirup obat untuk anak yang disebutkan dalam informasi dari WHO yaitu Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup tidak terdaftar di Indonesia. Demi melindungi masyarakat, BPOM telah menetapkan regulasi berupa persyaratan registrasi yang berisi semua produk obat sirup untuk anak maupun dewasa, tidak diperbolehkan menggunakan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG). •uc/aha

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)