BKSAP Dukung Kerja Sama Antara Universitas Dalam dan Luar Negeri

Foto bersama Pimpinan dan Anggota BKSAP DPR RI dengan Gubernur NTB dan para rektor se-NTB. Foto: Sofyan/sf

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendukung upaya universitas dalam negeri untuk menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri. Menurut Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera, hal itu sejalan dengan diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP DPR RI dengan parlemen negara lain, sehingga dapat turut mendukung rencana kerja sama antar universitas tersebut. 

Mardani mengungkapkan hal tersebut saat memimpin BKSAP Day bertema “Diplomasi Soft Power Indonesia melalui Pendidikan dan Pertukaran Budaya” di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Mataram, Selasa (8/6). Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Sekda Provinsi NTB, Rektor Universitas Mataram, Rektor Universitas 45 Mataram, dan Rektor Universitas Teknologi Sumbawa. 

“Yang kami lakukan adalah mendukung agar para universitas dalam negeri bisa bekerjasama dengan universitas di luar negeri. Karena kami punya diplomasi parlemen, kami bertemu P to P, Parliament to Parliament, di situ kita sharing ide, kita punya banyak kampus yang bagus (dan) ingin kerja sama, dan mereka juga rata-rata ingin kerja sama pada bidang-bidang yang memang sesuai. Kalau daerah dengan daerah kan ada sister city. Kalau ini kerja sama U to U, university to university itu yang kita bisa dapat,” jelas politisi PKS itu. 

Mardani menambahkan, dari pertemuan ini pihaknya mendapat sejumlah masukan dan ide kreatif yang dijalankan oleh beberapa universitas di NTB. Misalnya Universitas Teknologi Sumbawa yang memiliki ambassador scholarship dengan ide kreatif mengirim surat kepada perwakilan kedutaan di seluruh dunia, untuk memberitahu bahwa UTS mempunyai program beasiswa, bahkan ribuan calon mahasiswa telah mendaftar. Melalui sektor pendidikan itu, dinilai Mardani membuka pintu diplomasi, ekonomi, hingga pertukaran budaya. 

“Bagaimana ke depannya, dikaitkan dengan scholarship ini, pemerintah perlu perubahan radikal. Indonesia itu negara besar, kita tidak hanya mengirim orang dan memberikan beasiswa. Sebetulnya Kementerian Luar Negeri sudah punya Indonesia Aid kepada negara-negara lain dengan memberikan bantuan, nanti Kemendikbud juga harus melakukan itu. Temuan kami di NTB ini menjadi masukan berharga untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.  sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)