BKSAP Dorong Pariwisata Bali Dibuka untuk Wisatawan Asing

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudan. Foto: Anne/nvl

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menegaskan percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals SDGs perlu sejalan seirama dengan pemulihan ekonomi. Hal ini disampaikan Putu menanggapi aspirasi masyarakat dan pelaku pariwisata Bali. Putu Supadma mengatakan, sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat dan industri di Bali bergerak di sektor pariwisata.

Karena itu, menurutnya perlu ada perlakuan khusus dari pemerintah pusat terhadap pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi. “BKSAP DPR RI berkomitmen dalam waktu dekat untuk mendorong pemerintah pusat agar segera membuka pariwisata Bali. Ketika ekonomi membaik, maka percepatan SDGs dapat dimaksimalkan,” ujar Putu usai memimpin kegiatan BKSAP DAY dengan tema “Peran Strategis Diplomasi Parlemen dalam Percepatan Pembangunan SDGs dan Pemulihan Ekonomi” dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/1).

Putu Supadma menyampaikan sebagai gerbang masuk ke Bali, Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten percontohan dan penyumbang devisa terbesar dari sektor pariwisata. Namun, akibat pandemi Covid-19 terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Kabupaten Badung. Kondisi ini mengakibatkan PAD Kabupaten Badung selama dua tahun terakhir mengalami penurunan sangat tajam, khususnya penerimaan dari sektor pajak hotel yang menjadi sumber utama.

Untuk memulihkan ekonomi di Bali, Putu Supadma menilai perlu diberlakukannya sistem klaster bagi destinasi pariwisata. Menurut politisi Partai Demokrat ini, sistem klasterisasi ini dapat mengindikasikan kesiapan daerah untuk membuka diri menerima kunjungan dari luar, khususnya di sektor pariwisata. Adapun, indikatornya meliputi tingkat kesuksesan vaksinasi, kesediaan fasilitas kesehatan, dan Hospital Safety Index (HSI). 

Dalam penetapan kebijakan pencegahan Covid-19, pemerintah pusat dapat memberikan perlakuan yang berbeda antara wilayah yang sudah aman untuk dikunjungi dengan wilayah yang masih perlu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat. Putu Supadma juga mendorong agar dibukanya penerbangan internasional ke Bali. Minimnya, penerbangan langsung ke Bali menjadi salah satu isu utama yang dihadapi Bali saat ini.

Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah akses wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali. “Parameternya, vaksinasi di Bali lebih dari 100 persen. Vaksinasi kedua diatas 90 persen, bahkan sudah ada mulai disuntikkan booster vaksin ketiga. Sehingga tak ada hal lain lagi. Kami juga berkomitmen akan menyuarakan pariwisata Bali dibuka kembali dan melaksanakan karantina selama 7 hari, yang semoga nantinya bisa menjadi 3 hari,” imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh pariwisata Bali meminta BKSAP DPR RI juga menyuarakan di pemerintah pusat agar pariwisata Bali benar-benar ditangani maksimal. Turut hadir Anggota BKSAP DPR RI Linda Megawati, Didi Irawadi, Hasani bin Zuber, Ema Umiyyatul Chusnah dan Irine Yusiana Roba Putri. •ann/sf

 

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)