BAKN Harap Ada Perbaikan Regulasi Ekspor CPO

Foto bersama Tim Kunker BAKN DPR RI dengan jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I. Foto: BIANCA/NVL
Foto bersama Tim Kunker BAKN DPR RI dengan jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I. Foto: BIANCA/NVL

Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) Wahyu Sanjaya mengatakan bahwa harus ada perbaikan regulasi terkait dengan ekspor minyak kelapa mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Politisi Partai Demokrat itu menilai adanya peningkatan pada bea keluar yang begitu tinggi merupakan dampak dari naiknya harga CPO.

Demikian disampaikan Wahyu usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja BAKN DPR RI dengan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I dalam rangka penelaahan BAKN DPR RI terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait Kepabeanan dan Cukai, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/8).

“Kita sudah melihat bahwasannya ada hal yang menarik, terutama terkait bea keluar, di mana kita lihat ada peningkatan yang luar biasa tinggi dari hampir 1000 persen malahan, nah kita lihat di sini bahwasannya kenaikan bea keluar ini adalah dampak dari naiknya harga CPO, harga minyak kelapa sawit,” ujar Wahyu.

Perbaikan regulasi tersebut, lanjut Wahyu, agar nantinya ekspor CPO dapat memberikan manfaat lebih bagi negara. “Karena pada harga tertentu, ekspor CPO ini negara tidak menerima manfaat, jadi kita berharap kedepannya berapapun harga CPO, pemerintah republik itu harus ada terima manfaat. Jadi kalau misalnya harga naik kita dapat windfall, tetapi pada harga dasar kita juga bisa menerima manfaat,” jelas legislator dapil Sumsel I tersebut.

Lebih lanjut dalam kunjungan tersebut, BAKN DPR RI juga mendalami mengenai penerimaan cukai hasil tembakau yang cukup besar bagi negara serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kegiatan ekspor dan impor khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak. “Kalau pita cukai kan kita mendalami apa yang sudah kita kejar selama ini kan, mudahmudahan dengan ini kita bisa segera memutuskan perbaikan apa yang perlu dilakukan agar kedepannya bisa mendapatkan pendapatan yang lebih baik dan lebih besar untuk negara,” harap Wahyu. •bia/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)