YUK IMUNISASI COVID-19

 
Oleh dr Febie Putra Suwana | JabatannyaTenaga kesehatan di RSUD Tanjung

Imunisasi merupakan hal yang sudah sangat umum di masyarakat, bahkan setiap dari kita pasti pernah di imunisasi, karna memang beberapa jenis imunisasi merupakan hal yang wajib kita terima saat kita masih bayi.   

Namun, tahun ini ada yang berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, dimana vaksinasi Covid-19 sudah dimulai di berbagai belahan dunia, temaksuk di Indonesia. Virus yang memiliki nama medis SARS-CoV-2 atau virus Covid-19 pertama kali dilaporkan akhir 2019 di Wuhan – Cina, hingga saat ini sudah menginfeksi 224 negara dengan total kasus lebih dari 96 juta kasus di dunia. Di Indonesia sendiri jumlah kasus Covid-19 sudah mencapai 1 juta kasus dimana 28 ribu diantaranya atau 2,8% dari total kasus berakibat kematian.

Gejala yang timbul akibat infeksi virus Corona sendiri sangat bervariasi antar individu, mulai dari yang tidak bergejala atau OTG (Orang Tanpa Gejala), bergejala ringan seperti batuk, pilek, demam, hilang penciuman hingga yang bergejala berat seperti gangguan nafas dan berakibat kematian. 

Sinovac Biotech dan Bio Farma

Vaksin yang saat ini sudah mulai beredar di Indonesia merupakan vaksin CoronaVac yang merupakan vaksin dari pabrik Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma. Beberapa masyarakat sendiri mempertanyakan tentang vaksin curah, dan bagaimana kualitasnya? Sinovac memproduksi CoronaVac dalam tiga jenis sediaan dengan kualitas yang sama, dimana salah satu sediannya adalah vaksin curah. Vaksin curah tersebut kemudian diproses dan dikemas lebih lanjut oleh PT Bio Farma menjadi vaksin yang siap digunakan. PT Bio Farma sendiri sudah diakui sebagai 1 dari 29 produsen vaksin di dunia yang mendapatkan kualifikasi dari WHO sebagai Good Manufacturing Practices dan berbagai reputasi lainnya.

Tentang Vaksin Covid-19

Vaksin produksi Sinovac ini sudah melalui uji klinis di Bandung dengan hasil yang memuaskan, dimana 3 bulan pasca pemberian imunisasi 99,23% orang yang menerima vaksin memiliki antibodi dengan kadar yang cukup tinggi dan tingkat effektivitas 65 persen, lebih tinggi dari standar WHO yang mensyaratkan minimal ekfektifitas di angka 50 persen.

Vaksin Covid-19 sendiri bukanlah obat yang diberikan saat sedang maupun pernah terinfeksi virus covid-19, melainkan diberikan sebelum terinfeksi virus Covid-19 dengan tujuan mendorong pembentukan kekebalan spesifik terhadap virus Covid-19 agar mengurangi reksiko tertular maupun kemungkinan sakit berat yang diakibatkan oleh inveksi virus covid-19. 

Terkait halal atau tidaknya vaksin ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) selaku pihak terkait telah mengeluarkan Fatwa MUI No.02 Tahun 2021 tentang produk vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co Ltd Cina dan PT Biofarma (persero) yang menetapkan bahwa produk vaksin tersebut hukumnya suci dan halal, jadi tidak perlu ragu lagi karna vaksin ini sudah dinyatakan halal.

KIPI

Apa itu KIPI? KIPI merupakan singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, yang merupakan definisi dari setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, yang terjadi setelah pemberian imunisasi, dan belum tentu berhubungan secara langgsung dengan vaksin tersebut. Gejala KIPI sendisi sangat bervariasi dari gejala ringan seperti rasa tidak nyaman hingga menimbulkan reaksi anafilaktik (alergi berat).

Sejak pertama kali di mulainya program vaksinasi nasional tanggal 13 Januari 2021, hingga tanggal 20 Januari 2021, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) telah menerima 30 laporan KIPI, dimana seluruhnya merupakan keluhan ringan seperti demam, nyeri, lemas, rasa lapar dan mengantuk yang memang sudah dilaporkan di penelitian – penelitian sebelumnya, sampai saat ini, belum ada kasus KIPI yang membutuhkan penanganan serius.

Secara umum, dengan cara pemberian yang sesuai dengan SOP, vaksin yang digunakan dalam program imunisasi sudah terbukti aman dan efektif, namun kenyataan di lapangan tidak ada satu jenis vaksin yang bebas dari kemungkinan terjadinya reaksi KIPI. Jika anda telah menerima vaksinasi dan memiliki keluhan segera laporkan ke tampat anda di vaksin, pusat layanan kesehatan terdekat atau anda juga dapat melaporkannya melalui website https://keamananvaksin.kemkes.go.id/. l

Vaksin produksi Sinovac ini sudah melalui uji klinis di Bandung dengan hasil yang memuaskan, dimana 3 bulan pasca pemberian imunisasi 99,23% orang yang menerima vaksin memiliki antibodi dengan kadar yang cukup tinggi dan tingkat effektivitas 65%, lebih tinggi dari standar WHO yang mensyaratkan minimal ekfektifitas di angka perse0n.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)