Wujudkan Parlemen Modern yang Berintegritas

Tujuh puluh enam tahun DPR RI, sama usianya dengan Republik Indonesia pada tahun 2021 ini. Dalam konteks  ekonomi pun, Indonesia tampak kian matang dan tangguh dalam menghadapi setiap badai krisis, baik itu krisis moneter maupun fiskal. Dalam catatan beberapa pengamat ekonomi, pasca reformasi, setidaknya terdapat tiga krisis besar yang melanda Indonesia dalam kurun waktu 24 tahun terakhir.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad.
Foto: Jaka/Man

Krisis pertama, terjadi di era reformasi tahun 1998. Saat itu, terjadi krisis moneter yang berujung pada krisis politik, dengan ditandai oleh tumbangnya rezim orde baru. Indonesia perlu strategi baru untuk melawan badai ini, mulai dari melakukan reformasi tatanan politik yang lebih demokratis, tata kelola perbankan dengan terbitnya UU Bank Indonesia, serta tata kelola keuangan negara melalui UU Keuangan Negara. Peran sentral DPR sebagai lembaga legislatif mulai menemukan momentumnya di sini.

Krisis kedua, terjadi saat Indonesia menghadapi krisis keuangan global 2008-2009. Episentrum krisis berada di Amerika Serikat, yang ditandai dengan kejatuhan instrumen investasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bernama sub-prime mortage. Lehman Brothers, sebagai bank investasi berusia lebih dari 100 tahun sampai harus bangkrut karena terkait dengan instrumen tersebut.

Dampaknya, pasar keuangan global panik di seluruh dunia, termasuk ekspor dan investasi Indonesia ikut tergerus. Namun, kembali DPR bersama pemerintah berhasil membuat sebuah lembaga baru bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011. Peran DPR sebagai otoritas legislatif kian kuat di periode ini.

Krisis ketiga, terjadi saat pandemi Covid-19 melanda seluruh Indonesia. Krisis tidak hanya terkait soal ekonomi, tapi juga kesehatan. Dalam kondisi darurat ini, DPR menyetujui Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang mendukung segala kebijakan pemerintah, sepenuhnya untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional. Atas dukungan kebijakan anggaran dan legislasi ini, pada Kuartal II tahun 2021, Indonesia tercatat mulai lepas landas dari fase resesi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07persen (yoy).

Peran sentral DPR yang kian strategis dan kuat dalam menentukan arah kebijakan Negara ini, tak lepas dari dukungan pimpinan DPR RI, khususnya Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku), Sufmi  Dasco Ahmad. Politisi Partai Gerindra ini terus mendukung berbagai upaya dan inovasi yang telah, sedang, dan akan dilakukan DPR RI untuk mewujudkan parlemen modern yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.

Sebagai satu nusa dan satu bangsa, semangat kita adalah merah putih. Tidak ada warna lain, tidak ada kepentingan politik yang lain. Tidak ada istilah pendukung pemerintah dan pandemi dalam penanganan pandemi ini, oposisi harus bersatu. Mari kita bersama lawan Covid-19

“Hal ini terus dilakukan agar dapat maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan, serta memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Sufmi Dasco sebagaimana dikutip dalam laman akun instagram pribadinya.                                       

Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) DPR RI ini menilai HUT DPR RI ke-76 ini juga sebagai momentum yang tepat untuk mengajak semua pihak bersatu menghadapi pandemi Covid-19. “Kita meyakini bahwa Indonesia akan menang dan terbebas dari ancaman pandemi,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Dalam semangat untuk persatuan tersebut, Sufmi Dasco mendorong agar kerja sama perlu dibangun, mulai dari pemerintah yang mempertimbangkan dan mengeluarkan kebijakan hingga masyarakat yang harus sadar dan taat untuk menerapkan kebijakan tersebut. Sejauh ini, Dasco menilai pemerintah sudah berusaha maksimal mencegah lonjakan angka kasus Covid-19 di tanah air. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi dan sadar menerapkan protokol kesehatan 5M.

“Tidak ada kata menyerah atau mengibarkan bendera putih. Sebagai satu nusa dan satu bangsa, semangat kita adalah merah putih. Tidak ada warna lain, tidak ada kepentingan politik yang lain. Tidak ada istilah pendukung pemerintah dan pandemi dalam penanganan pandemi ini, oposisi harus bersatu. Mari kita bersama lawan Covid-19,” kata Dasco melalui keterangannya beberapa waktu lalu.

Menurut Sufmi Dasco, tidak hanya kepentingan politik yang harus bersatu-padu melawan COVID-19, tapi juga seluruh perangkat negara harus hadir atas nama Indonesia di tengah-tengah kesulitan masyarakat.

“Pejabat negara, baik di tingkat pusat hingga daerah harus satu suara dan terjun langsung ke lapangan. Memastikan program bantuan sosial berjalan dengan baik, ketersediaan fasilitas kesehatan, oksigen serta obat-obatan terpenuhi dari hulu hingga hilir, bahkan hingga ke desa-desa, dan juga pulau kecil terluar, negara harus hadir,” tegas Sufmi Dasco.

Penanganan Pandemi

Di sisi lain, DPR RI melalui Satgas Lawan Covid-19 juga telah berkolaborasi dengan salah satu perusahaan medis yang turut mendistribusikan masker sebanyak satu juta kain untuk dibagikan kepada tenaga kesehatan yang bertugas menangani COVID-19 di seluruh rumah sakit di Indonesia. “Semoga donasi ini betul-betul dapat bermanfaat dan bisa sampai kepada yang membutuhkan,” harap Sufmi Dasco di DPR beberapa waktu lalu.

Tak berhenti sampai di situ, Koordinator Satgas Lawan Covid-19 ini menjelaskan DPR RI juga telah berkolaborasi dengan Kepolisian RI serta elemen mahasiswa untuk menyelenggarakan vaksinasi di masyarakat. Program kolaborasi vaksinasi ini juga dalam rangka untuk percepatan vaksinasi hingga ke pelosok-pelosok desa, sehingga memberikan dukungan yang nyata kepada pemerintah penanganan pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, kita kolaborasi dengan Polri dan adik-adik mahasiswa ini agar bisa cepat terlaksana (program vaksinasi) ini. Saya pikir, kalau pemerintah kerja sendiri dalam hal ini, Kemenkes dan lain-lain, dalam keadaan seperti ini tidak bisa tertangani,” jelas Sufmi Dasco pasca rapat koordinasi dengan Polri dan unsur elemen mahasiswa beberapa waktu lalu.

Selain itu, kontribusi DPR dalam penanganan pandemi Covid-19 ini tidak hanya di level lokal saja. Melainkan juga di level internasional melalui penguatan peran diplomasi parlemen antarnegara di dunia untuk mewujudkan pemerataan vaksinasi di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang, dan dan kesetaraan peran antara lelaki dan perempuan terkait isu gender dalam penanganan pandemi Covid-19.“Dirgahayu ke-76 Tahun DPR RI. Salam Indonesia Raya!” tutup Dasco. rdn/er

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)