Vaksin Covid-19 Upaya Negara Lindungi Masyarakat

Hampir Setahun masyarakat Indonesia berjibaku menghadapi pandemi yang mengharuskan kita semua merubah cara hidup dan beradaptasi dengan Covid-19.

Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani. Foto: Geraldi

Adanya vaksin Covid-19 merupakan salah satu harapan bagi masyarakat agar pandemi segera berakhir. Karena pentingnya vaksin, pemerintah berupaya keras menghadirkan vaksin yang aman dan efektif bagi seluruh masyarakat.

Upaya itu berbuah hasil, pada 11 Januari lalu BPOM mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) terhadap salah satu vaksin yang dibeli pemerintah dari negeri tirai bambu. Izin edar darurat terhadap Vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dikeluarkan BPOM  tentunya setelah melihat imunogenisitas, keamanan, dan efikasi sinovac yang telah sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengapresiasi pemerintah yang telah bergerak cepat dalam menyediakan Vaksin Covid-19 teruji klinis bagi masyarakat. DPR melihat keberadaan vaksin merupakan upaya pemerintah untuk menjalankan tujuan bernegara yaitu melindungi rakyat.

“DPR RI akan terus mengawasi persiapan dan pengadaan vaksin yang aman, teruji dan jika telah memiliki izin dari BPOM serta sertifikasi halal dari MUI. Pemberian vaksin harus berjalan secara efektif, menyeluruh dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Puan.

Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020, hingga kini, hampir seluruh aktivitas masyarakat berhenti, dan berdampak pada menurunnya derajat kesejahteraan rakyat baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Dalam situasi saat ini yang masih dalam pandemi Covid-19, negara tidak bisa berpasrah diri. Negara harus melakukan upaya-upaya terbaik agar tetap dapat menjalankan tugas-tugas tujuan bernegara, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

“DPR RI memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut melakukan upaya-upaya terbaik melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya. Serta dalam memastikan tugas-tugas negara tetap dapat berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan kehadiran secara fisik sebanyak 20 persen,” katanya.

Menurut Puan, kesehatan publik dan pengendalian pandemi harus tetap menjadi prioritas utama agar pembukaan kembali aktivitas ekonomi dapat terjadi secara lebih luas dan aman. “Keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat harus berperan bersama dengan ekonomi nasional,” seru Puan.

Tingkatkan Sosialisasi Vaksin

Puan meminta pemerintah melakukan edukasi dan sosialisasi yang luas mengenai vaksin Covid-19, agar dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. “Pemerintah agar memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan layak untuk digunakan,” ungkap alumni Fisip Universitas Indonesia tersebut.

"DPR RI memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut melakukan upaya-upaya terbaik melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya. Serta dalam memastikan tugas-tugas negara tetap dapat berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan kehadiran secara fisik sebanyak 20 persen,"

Pemerintah perlu meningkatkan intensitas edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin Covid-19. Menurut Puan, edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin sangat penting dilakukan agar masyarakat bersedia divaksin sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Puan menegaskan pemberian vaksin itu harus dilakukan sesuai dengan prosedur, pertimbangan ilmiah, dan hasil uji klinis yang baik. Dirinya juga berharap agar seluruh masyarakat termasuk para pemuka agama bersatu ikut menyukseskan kegiatan vaksinasi Covid- 19 yang sedang dilakukan pemerintah.

Puan mengatakan, Rabu (13/1) kemarin Bangsa Indonesia sudah menyaksikan bersama secara langsung, ketika Presiden Joko Widodo menjalani vaksin perdana. Hal itu untuk menunjukkan bahwa vaksin itu aman digunakan.  Membangun kekuatan nasional di bidang kesehatan untuk melawan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja bersama atau gotong royong dari seluruh stakeholders seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan tenaga kesehatan, organisasi agama, perguruan tinggi, lembaga riset bidang kesehatan, industri, dan swasta.

“Di saat yang bersamaan, tentu saja rakyat Indonesia juga perlu ikut mengambil bagian dan tanggung jawab dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat. Saya mengajak kita semua untuk menjadikan tahun 2021 sebagai tahun Indonesia menjawab semua tantangan, tahun pemulihan. InsyaAllah dengan kita semua berusaha dan berdoa, Indonesia dapat segera keluar dari pandemi Covid-19,” katanya.

Pemerintah diminta menginformasikan secara jelas mengenai waktu pemberian dan penerima vaksin, serta mekanisme untuk vaksin gratis dan vaksin mandiri. “Masyarakat yang tidak mampu atau berisiko tinggi harus difasilitasi. Pastikan harga vaksin mandiri terjangkau, karena harga tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat memperoleh vaksin tersebut,” ujar puan.

Terakhir, Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu mengimbau pada masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan, serta sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Meski sudah ada vaksin, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Ini penting untuk kesehatan dan keselamatan diri kita, dan orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya. rnm/er

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)