Tips and trick konsumsi suplemen yang baik

Oleh: Febie Putra Suwana | Dokter RSUD Kabupaten Lombok Utara

Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini, bahkan jumlah kasus pasien terpapar sempat melonjak hingga pemerintah harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Guna mencegah penyebaran yang lebih meluas, masyarakat pun berlomba-lomba dalam menjaga kondisi tubuh yang optimal agar terhindar dari penyakit, khususnya Covid-19. Konsumsi suplemen tambahan menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam upaya menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Konsumsi suplemen dalam jumlah yang optimal memang mampu mengoptimalkan imunitas tubuh, sayangnya sebagian masyarakat memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi suplemen dalam jumlah yang berlebihan dengan harapan mendapatkan efek yang lebih besar. Padahal konsumsi suplemen yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Maka dari itu, penting bagi masyaraat mengetahui tips and trick mengonsumsi suplemen dengan jumlah yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh yang optimal.

Kebutuhan zat gizi masyarakat Indonesia

Jumlah kebutuhan sumber gizi baik makro dan mikro yang tepat untuk setiap individu sangat bervariasi bergantung pada ras, usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status gizi dan lain sebagainya. Namun, secara umum Kementerian Kesehatan telah membuat standar angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, AKG vitamin C untuk seorang laki-laki berusia 30-49 tahun adalah 90mg. Dimana, konsumsi 100 gram jeruk setara dengan 58.30 mg vitamin C3, yang artinya dengan mengonsumsi 2 buah jeruk (asumsi 1kg isi 12 buah) sudah mencukupi kebutuhan vitamin C dalam satu hari. 

Maka dari itu, untuk mengoptimalkan imunitas tubuh diperlukan zat gizi baik makro dan mikro dengan jumlah yang berimbang, sehingga penting dimasa pandemic ini untuk mengkonsumsi sumber bahan makanan yang bervariasi agar tubuh kita mendapatkan sumber zat gizi makro dan dengan jumlah yang berimbang.  

Namun, sayangnya beberapa penelitian di luar negeri yang mengobservasi tentang berbagai jenis diet menyatakan bahwa makanan saja tidak dapat memenuhi kebutuhan rekomendasi kebutuhan diet minimal. Sehingga pemberian suplemen tambahan dirasa sangat penting untuk menjaga kesehatan terutama di masa pandemi saat ini.

Kebutuhan akan suplementasi makanan

Terdapat beberapa jenis suplemen tambahan yang umum kita temukan di masyarakat seperti multi vitamin yang memiliki kandungan lebih dari satu nutrisi, dan ada pula yang hanya memiliki komposisi satu macam kelompok vitamin seperti B-kompleks dan kelompok vitamin dan mineral tunggal seperti vitamin C, D, E, zat besi, asam folat, dan lain sebagainya. 

Multivitamin umumnya menjadi pilihan utama dalam memilih suplemen tambahan untuk di konsumsi mengingat kandungannya yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, namun perlu diteliti lebih jauh, karena tidak semua multivitamin memiliki kandungan yang sama. Sebagai contoh ada multi vitamin yang memasukkan unsur zink ke dalamnya, dan ada pula yang tidak memasukkannya. 

Sehingga penting untuk membaca dengan teliti kandungan yang terdapat pada multivitamin tersebut sebelum anda mengonsumsinya. Dikarenakan tidak menutup kemungkinan bahwa satu multivitamin akan dapat memenuhi seluruh kebutuhan suplemen tambahan tersebut. Selain dari jenis kandungan, perlu juga diperhatikan dosis yang tertera pada suplemen yang dikonsumsi. Hal ini dikarenakan jika anda mengkonsumsi lebih dari satu jenis suplemen jangan sampai terdapat vitamin atau mineral yang memiliki komposisi serupa dan berpotensi dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan karena akan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diingingkan.

Setiap jenis vitamin dan mineral memiliki angka kecukupan (AKG versi Menteri Kesehatan), angka rekomendasi (versi The Institute of Medicine), dan batas maksimal yang masih dapat di toleransi dengan aman (versi The Institute of Medicine) yang berariasi. Untuk detailnya dapat di lihat pada tautan berikut https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/vitamins-minerals-how-much-should-you-take.

Secara khusus pada artikel yang ditulis oleh Christianne de Faria Coelho-Ravagnani, et al dengan judul ‘Dietary recommendations during the Covid-19 pandemic’ pemberian suplemen tambahan belum dapat dikaitkan dengan pencegahan Covid-19. Namun pemberian vitamin C dan D, serta zinc dan selenium memiliki potensi yang menguntungkan pada kelompok individu yang memiliki resiko inveksi virus pada saluran nafas dan pada kelompok individu yang memiliki defisiensi nutrisi tersebut.

Dengan berkembangnya teknologi, saat ini pemeriksaan kadar vitamin dan mineral telah dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah. Namun pemeriksaan ini belum dilakukan secara rutin karena kadar vitamin dan mineral dalam darah dapat berubah sesuai dengan pola diet yang kita jalani.l

Sumber: 
1. https://www.webmd.com/diet/guide/effects-of-taking-too-many-vitamins#1
2.https://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
3. https://www.ifrj.upm.edu.my/24%20(02)%202017/(37).pdf
4.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2129155/pdf/1550-2783-3-1-51.pdf,
5. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26953583/
6. https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/vitamins-minerals-how-much-should-you-take
7.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7454801/pdf/nuaa067.pdf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)