Sufmi Dasco Ahmad: Vaksin Dalam Negeri Harus Dipercepat

Pemerintah diminta untuk segera mempercepat pengembangan dan produksi vaksin dalam negeri. Pasalnya, vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dalam upaya melawan pandemi Covid-19. Selain menjadi kebutuhan yang mendesak, vaksin dalam negeri juga bisa menjadi solusi apabila embargo vaksin dilakukan oleh sejumlah negara.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Tim/nvl

Wakil Ketua DPR RI Sufi Dasco Ahmad menegaskan, pemerintah perlu segera mempercepat proses uji klinis dan produksi vaksin dalam negeri. Baik itu vaksin Merah Putih maupun vaksin Nusantara. Jangan sampai Indonesia menjadi korban embargo vaksin dan masyarakat menjadi korban. 

Dasco berharap, proses vaksin Merah Putih segera dipercepat dan Vaksin Nusantara segera menyiapkan uji klinis tahap dua. Dengan demikian, Indonesia dapat terhindar dari ancaman kelangkaan vaksin. “Mohon segera juga berkoordinasi dengan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan untuk uji klinis tahap dua. Vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang cukup mendesak,” usul Dasco.

Butuh Kerja Sama Minimalisir Dampak Pandemi

Sementara itu, dalam meminimalisir dampak pandemi Covid-19 dibutuhkan kerja sama antar semua unsur khususnya selama momen Idul Fitri 1442 H. Menurut Dasco, sebagian masyarakat masih nekat mudik, pergi berwisata dan melakukan kegiatan yang berpotensi mengundang keramaian dan kerumunan.

Kerja sama tersebut perlu dibangun mulai dari pemerintah yang mempertimbangkan dan mengeluarkan kebijakan hingga masyarakat yang harus sadar dan taat untuk menerapkan kebijakan tersebut. Dasco menilai, pemerintah sudah berusaha maksimal mencegah lonjakan angka terhadap pengidap Covid-19 di Tanah Air. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi dan sadar menerapkan protokol kesehatan 5M.

“Saya sangat concern karena saya pernah merasakan bagaimana rasanya terjangkit Covid-19. Jangan sampai apa yang saya alami juga dialami masyarakat. Jadi tolong tetap jaga kesehatan dan patuhi terus prokes,” pesan Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) itu. 

Kebutuhan Obat Antivirus Segera Terpenuhi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR RI saat meninjau Pabrik PT Kimia Farma Plant Banjaran, Bandung di Jawa Barat, Kamis (29/7/2021). Foto: Jaka/nvl

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari PT Kimia Farma terkait pengadaan obat-obatan untuk penanganan Covid-19. Dimana, Kimia Farma saat ini sudah bisa memproduksi sendiri obat antivirus Favipiravir dengan kapasitas produksi dua juta tablet per hari. 

“Kabar bagus untuk rakyat Indonesia. Selama ini kita mengenal obat anti virus avigan, Kimia Farma sudah memproduksi obat jenis yang sama dengan nama Favipiravir (nama generiknya) dengan kapasitas produksi dua juta per hari,” ujar Dasco didampingi Satgas Lawan Covid-19 DPR RI saat meninjau pabrik PT Kimia Farma Plant Banjaran, Bandung, Jawa Barat, Juli lalu. 

Dasco menuturkan, ketersediaan bahan baku obat pun saat ini masih tercukupi. Dalam hal produksi, Kimia Farma juga dibantu oleh dua pabrik lain dengan kapasitas produksi mencapai 1,5 juta tablet per hari, sehingga total produksi obat akan mencapai 3,5 juta tablet per hari. “InsyaAllah dengan Kimia Farma dan beberapa pabrik lainnya, kebutuhan obat antivirus akan segera terpenuhi dengan harga yang relatif terjangkau,” sambungnya. 

Politisi Partai Gerindra ini menerangkan, pada bulan Oktober 2021, uji klinis avigan akan selesai, selanjutnya akan ada lagi obat Molnupiravir (obat Covid-19). “Kalau ada yang Covid, di-kasih minum (obat) itu tanpa perlu dicampur-campur dengan yang lain-lain, Insya Allah baikan (sembuh). Nah, ini merupakan kabar gembira buat dunia kesehatan kita, terutama buat rakyat Indonesia,» tutur Dasco. 

Tinjau Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Juli lalu, bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Dasco meninjau vaksinasi bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang. Dirinya mengaku senang melihat antusiasme para pedagang yang tengah mengikuti proses vaksinasi yang diselenggarakan oleh IKAPPI bekerjasama dengan Polri tersebut. 

“Pada hari ini kami meninjau vaksinasi yang diselenggarakan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dan Polri. Vaksinasi di sini sudah rencanakan di DPR beberapa waktu lalu,” ungkap Dasco yang didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena dan Anggota Komisi III DPR RI Habiburahman  di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jakarta. 

Memasuki hari ketiga, antusiasme para pedagang untuk mendapatkan vaksinasi masih tinggi. “Pedagang menyatakan bahwa mereka tidak ingin menyerah apalagi mengibarkan bendera putih. Mereka ingin vaksinasi supaya bisa terus melanjutkan roda perekonomian dan menang lawan Covid-19,” tandas Dasco. 

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menyarankan kepada pengelola pasar supaya kuota vaksinasi hariannya ditambah. Hal tersebut ditunjukkan dengan animo yang besar pedagang dari blok lain juga masih meminta penambahan hari untuk vaksinasi.

Minta Kaji Ulang PCR Untuk Moda Transportasi

Pemerintah diminta untuk mengkaji ulang rencana untuk mewajibkan Tes PCR untuk semua moda transportasi. Sebab, menurut Dasco, Rabu (27/10/2021), masih banyak masyarakat menilai harga Tes PCR sebesar Rp300 ribu terlalu mahal. Meski demikian, Dasco menyebut penentuan harga Rp300 ribu tersebut sudah sesuai dengan yang diminta oleh DPR beberapa waktu lalu. Hal ini supaya masyarakat yang ingin bepergian tidak ragu atau tidak merasa berat dengan Tes PCR yang ada.

 Untuk moda transportasi udara, Dasco menilai masih diperlukan Tes PCR untuk menghindari penularan Covid-19 antarpulau. Dirinya meminta pemerintah memikirkan bagaimana masyarakat yang mengikuti syarat menjalani Tes PCR agar lebih mudah. 

“Kemudian mengenai tata cara PCR nya itu yang perlu gimana caranya supaya masyarakat bisa dengan mudah mengikuti persyaratan tersebut dan tidak membuat sesak ketika, melakukan penerbangan,» ujarnya. l pun/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)