Solidaritas Wujudkan Perdamaian Dunia

Pada Sidang IPU ke-144, DPR RI mendorong perdamaian dunia termasuk memecahkan masalah dari konflik Rusia-Ukraina. Tak hanya itu, parlemen Indonesia juga turut menyuarakan persoalan konflik di Palestina-Israel dan Myanmar, dimana penting bagi organisasi IPU berperan mewujudkan perdamaian di seluruh belahan dunia manapun.

FORUM parlemen dunia menyepakati munculnya emergency item yang mengangkat konflik antara Rusia dengan Ukraina. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon berharap resolusi yang dihasilkan dalam Sidang IPU ke-144 dapat mendorong aksi nyata bagi parlemen seluruh dunia untuk merawat perdamaian serta demokrasi dan memperjuangkan hukum internasional juga Hak Asasi Manusia (HAM).  

Oleh karena itu parlemen Indonesia mengusulkan emergency item terkait penyelesaian konflik RusiaUkraina dalam Sidang IPU itu. Dimana terdapat upaya negara-negara di Eropa yang juga telah membuat suatu resolusi terkait agresi Rusia dan Belarusia terhadap Ukraina. “Draft resolusi (Eropa) itu cukup keras, karena memang satu pihak. Karena itu, kami merasa peran parlemen perlu ditonjolkan dalam memediasi, terutama untuk perdamaian dan mencari solusi, tidak hanya sekedar mengecam,” ujar Fadli.  

Fadli mengatakan, dalam situasi krisis dan konflik, parlemen memiliki peran mendasar dalam menyelesaikan konflik atau membangun perdamaian abadi melalui proses dialog dan rekonsiliasi. Lebih lanjut, ia menjelaskan parlemen dunia memiliki dampak yang sangat besar terhadap perdamaian dunia. 

“Ketika Indonesia mengajukan proposal itu sangat moderat, karena kita ini juga politik yang bebas aktif. Dari sisi parlemen, kita ingin mengambil peran untuk menjembatani dengan parlemen Rusia dan juga parlemen Ukraina karena parlemen ini mewakili rakyatnya,” jelas politisi fraksi Partai Gerindra itu.  

Pada akhirnya keputusan sidang IPU menyepakati usulan emergency item dari New Zealand melalui mekanisme voting, yang secara substansi sejalan dengan usulan Indonesia. Dimana menurut Fadli, emergency item yang terpilih itu merupakan perpaduan dari usulan Indonesia dengan New Zealand yang berfokus pada penyelesaian konflik dan menghindari krisis kemanusiaan.

SELURUH BELAHAN DUNIA

Di sela-sela sidang IPU, Fadli juga menemui Presiden IPU Duarte Pacheco guna menawarkan agenda pembahasan konflik antara Palestina dengan Israel. Bersama dengan perwakilan The League of Parliamentarians for Al-Quds, ia menyampaikan Indonesia hadir berupaya mewujudkan perdamaian dunia. “Kami berharap dengan pertemuan ini, bisa menjadi usaha untuk menghentikan konflik,” tutur Fadli. 

Lebih lanjut, di tengah polemik terjadi di belahan dunia, konflik Palestina dan Israel dinilai sudah berlangsung cukup lama.  Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda yang signifikan untuk menghentikan konflik tersebut. Untuk itulah delegasi parlemen Indonesia terus berupaya melobi perwakilan parlemen yang hadir pada gelaran IPU untuk mendukung kemerdekaan penuh atas Palestina.   

Tak berhenti sampai disana, menurut Wakil Ketua BKSAP Mardani Ali Sera, DPR RI berupaya mendorong penyelesaian masalah konflik yang terjadi di sana. “Lobi-lobi masih dilakukan, di (forum IPU) sebagian teman-teman juga ada di general debate untuk merapikan draf,” sebutnya. Ia berharap isu PalestinaIsrael nantinya mendapatkan perhatian khusus oleh peserta Sidang IPU.  

“IPU dan PBB yang kami jadikan dasar. Kami tidak ingin berdialog secara langsung. Jadi melalui IPU dan PBB yang akan mengusulkan (ke forum), kemudian kami ikut. Pokoknya, posisi kami two-state solution harus segera diwujudkan,” terang Mardani.  

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani turut menyoroti situasi demokrasi di Myanmar akibat konflik internal yang sudah terjadi setahun belakangan ini. Puan pun mendorong Myanmar kembali ke jalan demokrasi. “Terkait situasi di Myanmar, kita dapat mendorong agar Myanmar kembali ke jalan demokrasi,” ujarnya.   

Puan berharap IPU atau forum perlemen internasional itu bisa mengambil bagian untuk memastikan masing-masing negara memperkuat demokrasinya. Apalagi, ia bilang, demokrasi mengalami tantangan di tengah situasi pandemi Covid-19 sehingga perlu diperkuat fondasinya.  

“Sesuai tujuan IPU, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk memperkuat demokrasi, perdamaian, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan,” tandas Puan. Ia juga menyebut, Sidang IPU ke-144 dapat menjadi momentum bagi parlemen dunia untuk menyebarkan ‘budaya damai’ (culture of peace) yang selalu mempromosikan toleransi, dan dialog, serta menolak kekerasan. aha/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)