Sirkuit Mandalika Mengharumkan Nama Indonesia

Kita harus bangga karena pada akhirnya Indonesia bisa kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah MotoGP lagi setelah kita vakum 20 tahunan lebih._Setelah pada 1996 dan 1997 kita juga pernah jadi tuan rumah MotoGP di Sirkuit Sentul. Ketika itu, saya turun dengan wild card di GP 125.

 

 

Sirkuit Mandalika

Waktu itu Valentino Rossi belum main. Pada 1997 Rossi baru tampil dan mulai terkenal setelah tampil 1997 di Sentul itu. Di era saya nama-nama seperti Michael Doohan, Tetsuya Harada, dan Max Biaggi cukup harum. Nah, sekarang kita kembali mendapat kehormatan jadi tuan rumah MotoGP, apalagi kontrak Indonesia dengan DORNA (pemegang hak komersial MotoGP) itu 10 tahun. Ini sangat bagus untuk Indonesia. Pemasukan devisa dengan kedatangan banyak turis akan melejit dan nama Indonesia, khususnya Lombok semakin harum dan dikenal dunia.

Saya termasuk beruntung, meski sudah tak jadi pembalap, tapi sudah dua kali bisa merasakan bagaimana getaran Mandalika jelang balapan dunia MotoGP nanti. Pertama ke Mandalika itu saat gelaran Superbike pada November 2021, saat itu saya diajak oleh MolaTV. Yang kedua, saya pergi saat tes MotoGP, Februari 2022. Saya pergi bersama IMI sebagai marshall leader saat tes resmi pada 10-13 Februari 2022. Saya merasa sangat beruntung bisa hadir sebagai marshall leader bersama tim-tim IMI yang ada di MotoGP. Kami jadi belajar banyak dan semakin familiar dengan MotoGP terkini.

Saat saya balap di MotoGP 1996 dan 1997 sudah jauh berbeda dengan sekarang. Dengan 2 kali dapat kesempatan ke Sirkuit Mandalika untuk Superbike dan Tes resmi MotoGP bulan lalu, saya semakin mengenal dan dekat dengan environment MotoGP era sekarang.¡Setelah saya bertugas di lapangan untuk pengecekan marshall di lapangan di setiap pos, saya jadi tahu detail tentang sirkuit Mandalika ini. Karakter sirkuitnya benar-benar sempurna, punya high speed corner, slow corner, dan u-turn. Semua sangat lengkap.

Posisi sirkuit Mandalika memiliki pemandangan bukit dan pantai. Para pembalap pun jadi semakin nyaman dan enak memandang. View Mandalika benar-benar the best. Saat saya muter sepanjang sirkuit ini, memang benar-benar standard FIA dan ini benar-benar sirkuit terbaik. Tinggal bagaimana maintain-nya saja. Dengan sirkuit Mandalika ini nama Lombok dan Indonesia akan semakin booming. Apalagi, pembalap asing rata-rata suka sekali dengan view di Mandalika ini.

Sejalu lagi, saya yakin nama Lombok akan mendunia. Objek dan perlengkapan di seputar sirkuit harus benar-benar disempurnakan. Paket-paket wisata ke Indonesia pun tentu harus dipersiapkan.¡dengan hadirnya MotoGP ini, tentu saja para pembalap dan semua penonton luar negeri ingin berwisata di seputaran kawasan sirkuit. Kita perlu belajar dari Malaysia yang memiliki sirkuit Sepang. Mereka juga¡ membuka tour wisata ke Genting Island dan Langkawi yang telah mendarangkan banyak devisa.

Pelatihan dan tutorial juga jadi keniscayaan untuk dilakukan bagi para pedagang produk souvenir di seputar sirkuit. Bentuknya bisa berupa seminar yang digelar pemerintah daerah. Pelatihan bagaimana mengemas produk dagangan dan marketing harus diberikan. Keramahan juga harus kita tunjukkan kepada para tamu asing yang datang ke Lombok, NTB. Menjajakan dagangan harus sepenuh hati tanpa memaksa.

Dengan keramaham, nama Indonesia akan terus dikenal baik di mata dunia. Di luar orang akan bicara kalau kita bangsa yang ramah.Jadi, panitia atau pemerintah setempat harus menyiapkan segalanya menyambut MotoGP. Pastinya Lombok akan ramai dan sibuk dikunjungi para wisatawan, baik yang datang dari pelabuhan dan bandara. Tentu ini butuh pengawasan lebih. Pemerintah lokal dan panitia sudah harus siap untuk mengantisipasi dengan keramaian nanti. Akses jalan masuk ke sirkuit harus bagus.

OBJEK DAN PERLENGKAPAN DI SEPUTAR SIRKUIT HARUS BENAR-BENAR DISEMPURNAKAN. PAKET-PAKET WISATA KE INDONESIA PUN TENTU HARUS DIPERSIAPKAN. DENGAN HADIRNYA MOTOGP INI, TENTU SAJA PARA PEMBALAP DAN SEMUA PENONTON LUAR NEGERI INGIN BERWISATA DI SEPUTARAN KAWASAN SIRKUIT.

Harapan saya, eporia MotoGP ini jangan instan. Kita harus pertahankan image baik ini. Hotel-hotel atau shuttle bus dan akomodasi lainnya jangan sampai tarifnya naik tak terkendali. Apalagi, kita akan sepuluh tahun jadi penyelenggara sesuai kontrak. Jadi, kita harus tunjukkan yang terbaik di ajang perdana ini supaya tahun-tahun mendatang penonton semakin banyak berdatangan.

Event MotoGP di Mandalika tentu kebanggaan bagi kita semua dan juga para penggemar motor di Indonesia. Indonesia adalah pegguna motor terbesar, hingga mencapai 125 juta pengguna sepeda motor. Tentu bisa dibayangkan bagaimana bangganya mereka. Apalagi, saya sebagai mantan pembalap yang pernah ikut MotoGP di GP123. Saat ini sudah ada pembalap lokal sepertu Mario Aji yang bergabung dengan tim Honda Asia.

Dia akan turun di Moto3, seperti saya ketika di GP125 MotoGP 1997. Kita harus beri applaus luar biasa kepada Mario Aji. Jangan terlalu tinggi ekspektasinya, karena Mario Aji masih dalam proses. Mungkin dua atau tiga tahun ke depan baru kita bisa berharap lebih kepada Mario Aji. Di Qatar, dia bisa finis ke-19. Semoga nanti di Mandalika dia bisa lebih bagus lagi.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)