Senajakal Wajah Baru ‘Kecak’ Kembali Mengaung dari Selatan Bali

Menjelang senja, puluhan lelaki penari bertelanjang dada masuk melewati gapura ke panggung terbuka pertunjukan. Masker berwarna senada dengan kulit tak juga membungkam bebunyian ritmis yang rancak mengiringi gerak tari kecak yang dipentaskan di Pura Luhur Uluwatu, Jimbaran, Bali.

Pemandangan salah satu destinasi wisata di Bogor yaitu Curug Ciburial. Foto: alfi/nvl

Berada di atas ketinggian tebing 97 meter, pemandangan terbenamnya matahari terlihat semakin dramatis jika momen tersebut dinikmati sembari menyaksikan pertunjukan Tari Kecak yang dimainkan oleh puluhan penari. Dengan duduk melingkar mengelilingi api unggun, penari tarian tradisional sakral tersebut beratraksi seakan-akan kebal dengan kobaran api.

Sendratari Kecak mengisahkan cerita Ramayana ketika melawan Rahwana dan dibantu oleh pasukan kera atau monyet. Alkisah bermula dari diculiknya Dewi Shinta. Cerita tersebut dibawakan hingga akhir tarian dengan berhasil-dibebaskannya Dewi Shinta. Pada mulanya, tarian ini terinspirasi oleh Upacara Sanghyang atau ritual keagamaan Hindu-Bali yang diciptakan sang pencipta, Seniman Bali bernama Wayan Limbak pada tahun 1930-an.

Meski tidak diiringi musik atau gamelan, Kecak tetap terlihat indah dengan gerakannya yang kompak dan enerjik. Tiap gerakan yang dilakukan penari selalu seirama dan bernilai seni tinggi. Dalam pementasan tari kecak terdapat adegan yang menceritakan saat Rama meminta pertolongan Dewata. Hal ini memberi pelajaran bahwa Rama sangat percaya terhadap kekuatan Tuhan sebagai sosok penolong.

Topeng, Masker, dan Face Shield

Pembatasan sosial selama pandemi memukul mundur dunia pariwisata Bali. Adaptasi kenormalan baru menjadi hal yang terpaksa dilakukan. Perlahan dilakukan penyesuaian kostum penari, semua penari diwajibkan menggunakan masker dan sejumlah penari memakai face shield. Tak hanya berpengaruh secara estetika, koreografi tarian tentu terdampak. Penari harus lebih mengatur napas agar tetap bisa mengeluarkan bebunyian dibalik masker.

Meski harus mematuhi prokes, pesan moral yang dikandungnya tidak tereduksi sedkitpun. Tari kecak memang sarat akan kiasan cerita dan pelajaran bagi para penonton. Contohnya, sikap setiap dari Shinta terhadap suaminya, Rama. Kemudian kisah Burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi menolong Shinta dari tangan Rahwana. 

Kisah-kisah yang dihadirkan dalam tarian kecak juga menggambarkan sifat buruk yang dimiliki Rahwana, yaitu serakah dan ingin mengambil hak orang lain secara paksa.

Dalam membawakan tari kecak, gerakan penari dibagi menjadi 4 bagian adegan. Adegan pertama, kisah ketika Shinta diculik oleh Rahwana saat Rama sedang berburu di hutan. Kemudian adegan kedua berkisah tentang Garuda yang berusaha menolong Shinta namun gagal karena sayapnya putus ditembak oleh Rahwana.

Adegan selanjutnya bercerita tentang Rama dan Laksmana yang tersesat di hutan sehingga meminta Hanoman untuk menyelamatkan Shinta dari Rahwana. Adegan terakhir, saat Hanoman membakar kerajaan Alengka Pura dan mengabarkan pada Shinta untuk tenang serta menunggu pertolongan dari Rama. Keempat adegan tersebut jika digabung, menceritakan kisah Ramayana.

Untuk dapat menyaksikan Tari Kecak, berkendaralah menuju selatan atau arahkan peta digital ke Pura Luhur Uluwatu. Protokol kesehatan dijamin aman. Sebelum masuk, pengunjung wajib masker dan dilakukan pengecekan suhu. Kapasitas dibatasi dari 1.200 menjadi 400 orang untuk menjaga physical distancing. Per November 2020 pertunjukan hanya digelar empat kali dalam seminggu, yaitu Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Jangan lupa untuk mampir sejenak saat singgah di Bali. Matur Suksma! lalw/es

Pemandangan salah satu destinasi wisata di Bogor yaitu Curug Ciburial. Foto: alfi/nvl
Pemandangan salah satu destinasi wisata di Bogor yaitu Curug Ciburial. Foto: alfi/nvl
Pemandangan salah satu destinasi wisata di Bogor yaitu Curug Ciburial. Foto: alfi/nvl

Previous
Next

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)