Sektor Pariwisata Harus Segera Dibangkitkan

Indonesia merupakan negeri yang kaya. Tak hanya budaya, keindahan alam yang dimiliki mengundang decak kagum para wisatawan. Komisi X DPR RI ingin agar sektor ini dikelola dengan baik sehingga mampu menjadi tulang punggung kehidupan dan menyejahterakan masyarakatnya.

 
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hasanuddin Wahid di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti menilai Kabupaten Semarang di Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi alam yang luar biasa. Ragam kekayaan alam dan ekonomi kreatif yang dimiliki sudah layak untuk diapresiasi dunia. Agustina mendorong seluruh mitra kerjanya bersama Pemerintah Kabupaten Semarang bersama pihak terkait lainnya untuk dapat bersinergi dalam menciptakan peluang pariwisata yang lebih menarik.

“Di sini ada danau, namun dalam sebutan Jawa adalah rawa, namanya Rawa Pening. Menariknya, di sini menawarkan Jetski sebagai prasarana Rawa Pening. Kemudian ada kerajinan tangan juga. Pas banget buat ibu-ibu yang suka pernak-pernik, atau mau bikin tempat tisu, tas kecil, clutchs, alas untuk tatakan panas, dan masih banyak lagi,” tutur Agustina saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI meninjau potensi pariwisata di Bukit Cinta Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jateng, baru-baru ini.

Sejauh ini, sarana dan prasarana sudah memadai, namun yang perlu dikembangkan adalah memperbanyak event. Hal ini guna mendorong wisatawan untuk datang ke Rawa Pening.

“Menurut saya, event ini harus diperbanyak. Sejauh ini memang sudah dilakukan, tetapi hanya setahun sekali. Bahkan selama pandemi, 2 tahun tidak ada sama sekali. Saya berharap stakeholder-nya ikut support. Jadi selain event ‘Save Rawa Pening’ yang sudah dilakukan setahun sekali, berupa kegiatan membersihkan sampah dan eceng gondok ini, seharusnya ada perkenalan tari-tarian juga, ada pertunjukan, dan perbanyak kegiatan belanja ekonomi kreatif masyarakat setempat,” pungkas politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Wisata Malang Sangat Potensial

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hasanuddin Wahid meyakini bahwa Malang bisa menjadi destinasi wisata nasional asalkan para pelaku pariwisata yang ada, baik pemerintah dan pihak swasta, bisa saling bersinergi dengan baik. Hal lain yang juga perlu dikuatkan dalam mendukung peningkatan sektor pariwisata adalah dengan membuat kalender even yang menarik agar wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara berhasrat untuk berkunjung ke Malang.

“Di Malang ini Komisi X melihat bahwa kalender even itu masih belum tertata dengan kuat dan belum bisa dipahami oleh banyak pihak. Kalender even yang menarik inilah yang harus dimiliki oleh Kabupaten Malang agar wisatawan mancanegara dan  wisatawan nusantara mau berkunjung kesini. Karena Malang mempunyai alam yang luar biasa. Gunung, sungai, laut, kebun apel, perkebunan, lahan pertanian, semuanya bisa menjadi obyek wisata. Artinya alam di Kabupaten memberikan sejuta daya tarik bagi wisman atau wisnus untuk datang ke Malang,” ujar Hasanuddin di Malang, Jatim, Juni lalu.

Selain itu, lanjutnya, perlu diadakan berbagai festival wisata yang dikemas secara bagus untuk menarik wisatawan agar mau datang ke Malang. “Infrastruktur juga memang perlu kita benahi lagi. Karena infrastruktur menjadi kunci. Beberapa tempat wisata yang ada di Selatan Malang itu jalan dan infrastruktur lainnya memang perlu diperbaiki, sehingga orang semakin mudah untuk menjangkau kawasan wisata itu,” imbuhnya.

Ia berharap, nantinya Malang juga bisa menjadi salah satu tujuan wisata internasional. “Jadi bukan hanya wisatawan domestik, tapi benar-benar menjadi tujuan dari wisatawan internasional. Kita harapkan Malang bisa menjadi destinasi wisata bagi turis-turis luar negeri.

Perlu Sinergi Untuk Bangkitkan Pariwisata

Saat memimpin Kunjungan Kerja ke Malang, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki mengungkapkan, banyak aktivitas sektor pariwisata yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Namun selain itu ada juga masalah masalah lain yang dirasa perlu untuk mendapatkan perhatian, yaitu faktor sinergi. Menurutnya harus ada kewenangan-kewenangan yang lebih jelas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Apalagi di Malang ini ada kawasan ekonomi khusus yang dikelola oleh pihak swasta.

“Kita tahu pemerintah memberikan privilege kepada Kawasan Ekonomi Khusus. Oleh karenanya Kawasan Ekonomi Khusus ini jangan sampai setelah diberi privilege untuk pengembangan usaha tetapi kemudian tidak ada semangat dan komitmen untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya alam yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus tersebut,” tuturnya.

Legislator Fraksi PAN itu juga menyatakan, untuk lebih mengoptimalkan sektor pariwisata di Malang, Komisi X DPR RI akan mendorong pemerintah pusat melalui Kemenparekraf agar bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan atau even yang mampu mendukung laju pertumbuhan bidang kepariwisataan. Selain itu juga melakukan kegiatan pendampingan serta konsultasi kepada desa-desa wisata yang memiliki semangat yang luar biasa.

“Masing-masing desa wisata itu semangat mengembangkan destinasi wisata di desanya. Hal ini perlu ditangkap oleh kementerian atau pemerintah pusat untuk mendorong even disetiap destinasi itu. Banyak produk-produk budaya yang diinformasikan kepada kita untuk bjsa dikemas menjadi sebuah even. Kalau even kesenian lokal yang jumlahnya ratusan itu kemudian di festival kan, tentu ini akan menjadi suatu even yang mampu mendorong pengembangan destinasi wisata,” kata Zainuddin. •dip,dep/es

 
Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki saat memimpin kunjungan kerja di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)