Protokol Kesehatan Super Maksimal

Sempat tertunda selama setahun, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akhirnya terlaksana meski dunia sedang mengalami pandemi Covid-19. Tentu saja dengan memperketat prinsip perlindungan kesehatan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. Foto: Mentari/nvl

WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan seluruh fasilitas dan sarana pendukung kesehatan telah disiapkan di tempat-tempat wilayah pertandingan akan dilaksanakan. Seperti diketahui, PON XX Papua dilakukan di empat wilayah berbeda,  Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Di empat wilayah ini disiapkan rumah sakit-rumah sakit rujukan.

“Seluruh fasilitas, sarana dan layanan kesehatan maupun tenaga kesehatan ada dan maksimal di tempat-tempat wilayah pertandingan,” katanya saat mengawasi aspek kesehatan gelaran pesta olahraga nasional di Papua beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi dari Ketua Panitia Pengawasan dan Pengarah PON XX Papua, Di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ada Sembilan rumah sakit, di Kabupaten Merauke ada tiga rumah sakit, dan di Kabupaten Mimika ada tiga rumah sakit. Ini ditambah dukungan 51 ambulans yang disiagakan di sejumlah tempat pertandingan.Lalu ditambah poli-poli kesehatan di setiap tempat pertandingan. Ini di luar rumah sakit rujukan dan nasional yang disiagakan.

Selain itu, tenaga kesehatan dan pendukung layanan kesehatan juga telah disiapkan. Total ada 54 tim kesehatan, 420 dokter dan perawat, pengemudi 110 orang dan didukung 1.000 relawan.  Dari 420 dokter dan perawat akan ditempatkan di sejumlah daerah yaitu di Kota Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Jayapura sebanyak 115 orang, Kabupaten Merauke sebanyak 100 orang serta Kabupaten Mimika sebanyak 90 orang.

Selain itu, panitia juga melakukan pemeriksaan sertifikat vaksinasi Covid-19 dan atau hasil swab PCR bagi mereka yang datang dari luar Papua. Dan nantinya saat mereka akan meninggalkan Papua juga wajib dilakukan pemeriksaan swab. Dengan demikian diharapkan menekan sekecil mungkin kemungkinan penyebaran Covid-19.

“Jika melihat laporan dari Dinkes Papua, secara umum sudah bagus dari persiapan aspek kesehatan. Namun, kami (Komisi IX) terus mengingatkan agar setiap gelaran olahraga seperti PON dalam situasi pandemi Covid-19, harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang super ketat,” tuturnya.

Selain menyediakan sarana prasarana bidang kesehatan, menurut Melki sapaan akrab Melkiades Laka Lena, pemerintah juga perlu melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi.  “Kami akan terus mendorong agar pemda bisa didukung oleh Kemenkes dan semua yang bisa membantu kesuksesan vaksinasi agar segera mencapai target nasional,” imbaunya.

Proteksi Kesehatan

Berkenaan pandemi Covid-19, akibat antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi belakangan saat  mendekati penyelenggaraan  PON XX Papua ini dinilai komisi X menjadikan rahmat agar masyarakat Papua lebih siap. Namun, sebagai tindak lanjut dari sukses vaksinasi itu sebaiknya terus dilakukan edukasi dan sosialisasi masif kepada masyarakat tentang langkah langkah preventif menghadapi pandemi yaitu dengan  penerapan Protokol kesehatan, seperti  sarana cuci tangan, pemakaian masker, dan  menjaga jarak

“Sementara antisipasi kuratif adalah klinik penangan seperti tempat karantina, tenaga medis, obat dan peralatan penunjang lainya. Barangkali kita mesti menjadikan penyelenggaraan Olimpiade dan Pra Olympic Tokyo bisa jadi referensi,” kata Wakil Ketua Komisi X Abdul Fikri Faqih

Untuk itu, segala persiapan dari segi fisik dan non fisik perlu terus digencarkan oleh semua pihak. Kuncinya, semua pihak memang dirasa perlu menyiapkan dukungan agar PON Papua 2021 makin semarak. Adapun dukungan, animo, semangat, kebanggaan dan rasa nasionalisme dari seluruh elemen masyarakat nyatanya perlu digaungkan agar pesta rakyat termegah di negeri ini bisa sukses terselenggara meski di kala pandemi sekalipun

“Perlunya koordinasi yang menyeluruh antara pihak penyelenggara event pemerintah pusat, daerah, KONI dengan organisasi tiap Cabor, tokoh masyarakat, ormas dan pemuda. Keterlibatan dalam event akan menjadikan mereka merasa memiliki dan ini akan membantu pihak keamanan sebagai organ utama pengamanan situasi dan kondisi. Pendekatan edukatif, persuasif dan humanis dari organ keamanan kita menjadikan Papua sangat kondusif,”katanya.

Upaya sistematis pemerintah Indonesia dibantu seluruh lapisan masyarakat cukup berhasil dalam penangan pandemi Covid-19. Bahkan, Indonesia berhasil menyelenggarakan kegiatan besar di tengah pandemi tanpa adanya lonjakan kasus. PON XX Papua 2021 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu.

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari berharap PON ke-XX Papua membawa dampak positif bagi masyarakat Papua. Seperti meningkatkan perekonomian masyarakat Papua. “Saya berharap PON XX Papua ini juga bisa memberi manfaat lain bagi masyarakat Papua. Salah satunya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” ujar Dessy

Dessy menyadari, bangsa Indonesia belum sepenuhnya bebas dari pandemi Covid-19. Oleh karenanya protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus tetap dijalankan. Ia berharap, PON XX Papua ini juga bisa dinikmati secara langsung maupun melalui media elektronik oleh masyarakat pecinta olahraga. l rnm/es

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari. Foto: Ridwan/nvl
“Saya berharap PON XX Papua ini juga bisa memberi manfaat lain bagi masyarakat Papua. Salah satunya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,”

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)