PON di Papua Bernilai Strategis

Komisi X DPR RI menghadiri penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua yang sedianya dilaksanakan tahun 2020 yang lalu, tertunda satu tahun akibat pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat meninjau venue Aquatic, Papua. Foto: Ridwan/nvl

PELAKSANAAN PON XX tahun 2021 ini, menjadi sangat penting, selain untuk menjaga kelanjutan prestasi atlet nasional maupun atlet daerah, PON Papua juga diharapkan menjadi momentum bagi terjaganya kondisi kesehatan dan kebugaran warga.

Bagi Komisi X DPR RI, kesuksesan PON di Jayapura, Mimika dan Merauke, sangat penting bagi terselenggaranya sport for all dan proses pembibitan atlet. PON tahun ini merupakan kejuaraan multievent nasional ke-20. Perwakilan Anggota Komisi X yang menghadiri sekaligus mengawasi penyelenggaraan PON di Papua antara lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, dan sejumlah Anggota Komisi X DPR RI, di antaranya Andi Muawiyah Ramly, Ledia Hanifah, Dewi Coryati, dan Illiza Saaduddin Djamal.

Menurut Komisi X DPR RI, penyelenggaraan PON XX ini memiliki nilai strategis dari sisi percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Papua, dari sisi ekonomi akan semakin berkembang melalui pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandar udara dan semakin meningkat sektor informal seperti hotel, restoran dan jasa pariwisata.

Wujudkan Empat Sukses

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengharapkan penyelenggaraan PON XX bisa meraih paling tidak Empat sukses;  sukses penyelenggaraan, sukses  administrasi,  sukses prestasi dan sukses ekonomi. Serta berharap pasca perhelatan semua sarana prasarana ini bisa terawat dan termanfaatkan dengan baik. Sehingga menjadikan Papua sebagai Provinsi Olahraga.  

Dari sisi sosial-budaya, akan terjadi interaksi sosial yang masif, di mana masyarakat Papua akan dikunjungi dan berinteraksi dengan saudara-saudara sebangsanya dari seluruh wilayah Tanah Air. Sedangkan dari sisi politik, akan mengembalikan kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah nasional sekaligus mengukuhkan rasa nasionalisme Indonesia di kalangan masyarakat Papua.  

Sebelum pandemi melanda seluruh wilayah di Indonesia, Komisi X DPR RI pernah membentuk Panja Persiapan PON XX di Papua. Panja Persiapan PON Papua, merekomendasikan 11 rekomendasi terkait beberapa sukses yang harus diraih, terutama sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Selain sukses penyelenggaraan dan prestasi, PON XX juga wajib menargetkan sukses administrasi tanpa meninggalkan masalah hukum, sukses ekonomi bagi masyarakat setempat dengan memanfaatkan momen PON XX sebagai pembangkit peningkatan ekonomi masyarakat, sukses memasyarakatkan olahraga terutama dalam mencegah kembali meluasnya pandemi Covid-19.

“Selain sukses penyelenggaraan dan prestasi, PON XX juga wajib menargetkan sukses administrasi tanpa meninggalkan masalah hukum, sukses ekonomi bagi masyarakat setempat dengan memanfaatkan momen PON XX sebagai pembangkit peningkatan ekonomi masyarakat, sukses memasyarakatkan olahraga terutama dalam mencegah kembali meluasnya pandemi Covid-19,” papar Fikri.

Selanjutnya adalah sukses pasca-even, yaitu dengan pengelolaan venue-venue pertandingan pasca penyelenggaraan PON XX 2020, sehingga infrastruktur olahraga yang telah terbangun tidak terbengkalai dan dapat bermanfaat secara maksimal bagi kemajuan olahraga di daerah. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan, pihaknya senantiasa menargetkan even ini sukses. Untuk itu pihaknya kerap melakukan komunikasi intens, menggali dan menyerap aspirasi dari para pemangku kepentingan penyelenggaran PON XX Papua, seperti pemda, PB PON XX, Panitia PON XX Derah Papua.

Dia mengungkapkan, Pada tanggal 10-12 September 2021, Komisi X DPR RI telah melakukan kunjungan spesifik persiapan PON XX DPR RI di Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika, dan pada tanggal 21 September 2021 menerima audiensi Anggota Tim Pansus PON XX DPRD Provinsi Papua. “Dari dua kegiatan pengawasan di atas, Komisi X DPR RI menemukan beberapa kendala dan permasalahan dalam persiapan,” ungkap Agustina.

Dia memaparkan, ada keterlambatan pencairan anggaran untuk, konsumsi, akomodasi, transportasi, honor gaji dan lain-lain sebesar Rp.1,4 triliun dari Pemerintah Pusat. Selain itu ada kendala pengadaan atribut sosialisasi penyelenggaraan PON XX Papua seperti spanduk dan baliho pendukung sosialisasi PON di Mimika.

Tak hanya itu, untuk menghadirkan produk-produk kreatif seperti merchandise atau buah tangan kreatif PON XX Papua juga terkendala, karena minimnya fasilitas dan sumber daya manusia. Dan yang terahir adalah belum tercapainya target vaksinasi bagi 231.863 warga Kota Jayapura.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat meninjau venue Aquatic, Papua. Foto: Ridwan/nvl

Ajang Pembibitan Atlet

PON merupakan puncak pembinaan secara berjenjang dari daerah hingga nasional. Atlet yang keluar sebagai juara pada ajang PON diharapkan bisa sukses pada ajang yang lebih tinggi di tingkat dunia. PON bukan hanya sekadar adu gengsi antar provinsi, tetapi juga membuka ruang memantau atlet berprestasi di tiap-tiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Atlet yang dinilai memiliki potensi dapat dipersiapkan berlaga pada perhelatan internasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengungkapkan kesuksesan PON XX Papua, sangat penting bagi terselenggaranya sport for all dan proses pembibitan atlet. PON tahun ini merupakan kejuaraan multi even nasional ke-20.  Untuk itu, penyelenggaraan PON di Papua ini diharapkan sebagai ikatan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semangat penyelenggaraan ini juga menunjukan bahwa setiap provinsi punya hak yang sama dan peluang yang sama,” tuturnya. l eko,rnm/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)