Perjalanan Sehari Nikmati Pesona Lombok Tengah

Terbentang luas di atas tanah sabana yang terik, terselip paduan modernitas ciptaan manusia dengan keindahan alam ciptaan Tuhan. Kolaborasi modernitas dan keindahan alam mampu menghadirkan ruang nostalgia mimpi para pembalap sekaligus menawarkan ruang rehat dari segala kepenatan isi kepala manusia kota besar.

antai Mandalika. FOTO:JKA/PDT

Bukit Merese, Sirkuit Mandalika, dan Pantai Kuta Mandalika berlokasi di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Berjarak sekitar 14,6 kilometer dari Bandara Internasional Lombok, tiga destinasi ini menjadi lokasi wisata yang wajib untuk dikunjungi oleh para wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara.

Mengawali hari dengan mengayunkan langkah kaki mendaki Bukit Merese di pagi hari, menjadi pilihan terbaik. Letak Bukit Merese cukup menjorok dekat dengan pantai dengan ketinggian 55-60 mdpl. Sehingga, para wisatawan yang berhasil mencapai puncak bisa melihat sisi lain berupa berbagai wajah Nusa Tenggara Barat.

Ditemani dengan hangat matahari yang pelan-pelan terbangun serta hilir angin sepoi yang membelai telinga hingga rambut di kepala, Bukit Merese menjadi lokasi yang tepat untuk para wisatawan memulai petualangan di Nusa Tenggara Barat nan cantik. Dalam satu waktu, para wisatawan bisa menyaksikan pemandangan pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta Lombok dan Pantai Seger.

Selain itu, Bukit Merese terkenal dengan hamparan padang rerumputan yang membentang sepanjang mata memandang. Inilah yang membuat bukit tersebut bernama Merese. ‘Merese’ diambil dari kata merisik yang artinya gundul. Walaupun hanya padang rumput, wisatawan bisa sangat leluasa mengeksplor setiap sisi bukit.

Tentu, aktivitas eksplorasi tidak berat karena sepanjang menuju puncak Bukit Merese tidak terlalu terjal. Berbagai kalangan wisatawan dari berbagai usia bisa mendaki dengan treking singkat dari sekitar Pantai Aan yang memang bersebelahan dengan bukit.

Beranjak dari Bukit Merese, berjarak sekitar 7 kilometer, para wisatawan bisa berpindah menjajaki nostalgia mimpi para pembalap dunia di Sirkuit Mandalika. Berada di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, Sirkuit Mandalika menjadi lokasi pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah untuk Grand Prix Sepeda Motor Indonesia.

Sirkuit Mandalika yang kini dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memiliki panjang lintasan 4,31 kilometer dengan 17 tikungan yang memiliki kelas homologasi A dari FIM. Memasuki Sirkuit Mandalika terdapat dua cara yang dibagi berdasarkan waktu. Pertama, pukul 06.30 – 09.00 WITA, para wisatawan bisa menikmati Sirkuit Mandalika dengan menggunakan sepeda seli. Lalu, di atas pukul 12.00 WITA, para wisatawan bisa menggunakan kendaraan untuk berkeliling Sirkuit Mandalika.

Sebagai sirkuit yang dibangun khusus dengan area run-off yang luas, Sirkuit Mandalika memiliki konsep sirkuit jalanan. Di mana, sirkuit tersebut bisa dibuka untuk masyarakat jika tidak ada pergelaran balapan. Meskipun dibuka untuk umum, hanya jalur jalanan luar sirkuit saja yang dapat diakses, bukan trek utama sirkuit.

Jika berkeliling di area dalam Sirkuit Mandalika, para wisatawan bisa melihat dari dekat penampakan bangunan pit Sirkuit Mandalika memiliki tiga lantai dengan kapasitas 50 garasi. Bangunan pit tersebut dapat dialihfungsikan menjadi pusat konferensi saat tidak menggelar balapan. Di sisi lain, tidak jauh dari bangunan pit terdapat sebuah bangunan pusat medis modular yang berjarak 100 meter dari race control.

Berkunjung ke Sirkuit Mandalika, tentu saja, para wisatawan diberikan kesempatan mengenang rekam jejak Marc Marquez selama balapan di Sirkuit Mandalika. Para wisatawan dipersilahkan berfoto ria di antara deretan bangunan pit yang menjadi pemberhentian sejenak Marc Marquez sebelum dan usai pertandingan.

Bergerak mengakhiri perjalanan di Kabupaten Lombok Tengah, para wisatawan bisa mendekati pantai Kuta Mandalika, yang berjarak sekitar 4 kilometer. Pantai Kuta Mandalika menyuguhkan ragam pesona dengan bentangan lautan yang diiringi oleh deburan ombak ditemani angin sepoi. Memiliki panjang pantai seluas 7,2 kilometer, sejumlah atraksi bisa dinikmati oleh para wisatawan.

Mulai dari banana boat, windsurfer hingga olahraga ekstrim yaitu paralayang. Namun, jika tak berminat main basah-basahan atau olahraga ekstrem, para wisatawan bisa menikmati pantai Kuta Mandalika sembari bersepeda. Selama bersepeda, para wisatawan bisa mengakhiri hari sambil menikmati mentari tenggelam dengan melihat banyak keunikan pantai yang menjadi daya tariknya seperti kejernihan air laut, pasir menyerupai merica, hingga batu karang kokoh nan cantik. •ts/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)