Perbaikan Fasilitas dan Rekayasa Lalu Lintas adalah Kunci

Mudik telah terpaut dalam budaya masyarakat Indonesia. Fenomena mudik telah menciptakan pergerakan ritual tahunan secara besar dengan kecenderungan membeludaknya arus kendaraan dan manusia di jalanan keluar dari kota-kota besar, terutama megapolitan seperti Jabodetabek.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.

UNTUK memastikan pelaksanaan mudik lebaran 2022 berjalan lancar, Komisi V DPR RI berkepentingan melakukan pengawasan kinerja para mitranya sebagai pelaksana teknis di lapangan atas kelancaran mudik tahun 2022.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, sudah dua tahun masyarakat Indonesia tidak mudik. Ketika pemerintah mengumumkan membolehkan mudik dengan beberapa persyaratan, hal itu langsung disambut masyarakat dengan sukacita.

Antusias mudik yang sangat tinggi di kalangan masyarakat harus bisa diantisipasi oleh pemerintah, dam hal ini Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta stakeholder lainnya yang bermitra dengan Komisi V DPR RI. Harus ada persiapan dan pemetaan yang matang atas kendala-kendala yang mungkin saja dihadapi oleh para pemudik.

Selain dari sisi pemerintah sebagai pelaksana, Lasarus juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik tahun 2022 ini untuk memperhatikan hal-hal kecil dengan detail. Seperti menjaga fisik dan kesehatan, memperhatikan kualitas kendaraan, dan selalu update terhadap kondisi jalan atau rute mudik yang akan dilalui.

Di sisi lain, Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyampaikan catatan terkait berjalannya mudik dan balik 2022. Syahrul menyebut, masih banyak catatan dan pekerjaan rumah bagi pemerintah atas penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini. Terkait apa saja yang harus dibenahi untuk arus mudik dan balik tahun mendatang, Syahrul meminta manajemen atau aturan-aturan mudik dibenahi dan tidak hanya melakukan kajian saja.

“Pertama harus dibenahi manajemennya, artinya pengaturannya. Kemenhub mengkaji harus benar-benar jangan hanya berdasar catatan saja. Tapi dengarkan pemudik langsung, survei. Jadi bukan hanya kajian atau berdasar laporan anak buah saja,” papar Syahrul.

Politisi PKS ini pun memberikan catatan dan pekerjaan rumah bagi pemerintah atas penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. “Masih banyak kecelakaan, yang memang bisa disebabkan faktor pemudik, tapi juga ada faktor fasilitas atau sarana prasarana yang tidak memadai atau belum aman,” ungkap Syahrul.

Dia pun menyayangkan masih adanya beberapa titik kemacetan parah di tol-tol Jawa. Padahal, ia mengklaim Komisi V DPR selaku mitra kerja Kementerian Perhubungan telah mengingatkan potensi ledakan pemudik tahun ini.

“Ada kemacetan parah, seolah kita tidak pernah belajar dari dulu-dulu. Padahal Kemenhub sudah mencatat semua dari rapat, bahwa mudik tahun ini pasti akan meledak, karena sudah dua tahun tidak mudik. Harusnya kan diantisipasi,” tegas Syahrul.

Bahkan Syahrul menilai, pemerintah tidak belajar dari pengalaman kemacetan mudik sebelumnya dan gagal mengantisipasi ledakan 80 juta pemudik. “Harusnya kan bisa diantisipasi, sudah diwanti-wanti sejak awal tapi terulang lagi,” ungkap legislator dapil Riau II itu.

Sementara itu, terkait klaim pemerintah bahwa mudik tahun ini berhasil, Syahrul menegaskan bahwa masih ditemukan beberapa masalah dalam mudik tahun ini. “Enggak sukses. Kalau sukses kenapa ada banyak kemacetan fatal di tol. Sukses itu kalau minim masalah, memang tidak mungkin tidak ada masalah, tidak mungkin tidak macet, tapi kalau sampai 18 jam dari 2 jam lama perjalanan berati kan tidak bisa dikatakan sukses. Juga gagal antisipasi lonjakan pemudik, padahal sudah diingatkan terus,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho beranggapan bahwa kunci kesuksesan arus balik lebaran 2022 itu ada pada rekayasa lalu lintas. Maka itu, menurutnya kedepan sebagai antisipasi, pemerintah harus menyiapkan transportasi publik yang layak dan nyaman untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi saat arus mudik atau balik.

Bahkan ia mengatakan, kebijakan perpanjangan libur sekolah bukan pilihan tepat untuk mengurai kemacetan arus balik. Politikus fraksi Partai Demokrat ini mengakui kemacetan acap terjadi di ruas tol Trans Jawa dan pelabuhan Merak. “Begitu pun dengan luar pulau Jawa,” kata Irwan.

Rata-rata penyebab kemacetan di sejumlah titik tol maupun jalur arteri terjadi karena tingginya animo pemudik menggunakan kendaraan pribadi. Meskipun demikian, Irwan mengapresiasi pelayanan dari Kementerian Perhubungan, Polri, dan TNI kepada masyarakat yang mudik dan arus balik lebaran 2022.

“Terima kasih kepada Menhub, TNI, Polri, khususnya Korlantas dan lainnya yang memberikan pelayanan luar biasa kepada masyarakat Indonesia,” ungkap Legislator dapil Kalimantan Timur ini.

Sebagai catatan dan evalusi mudik tahun 2022 hendaknya terus disempurnakan agar penyelenggaraan kegiatan di setiap hari raya Idulftri ini selanjutnya dapat berjalan dengan lebih baik. Pemerintah diminta terus memperbaiki dan mengevaluasi manajemen rekayasa lalu lintas mulai dari manajemen ganjil genap, one way, contraflow di jalan tol maupun di jalan non-tol sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Soal pelabuhan penyeberangan harus ada perluasan kapasitas penampungan kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan, waktu antre kendaraan untuk naik angkutan penyeberangan harus bisa dipangkas. Jalan non-tol di jalur selatan perlu dilihat lagi secara lebih detail dalam segi sarana dan prasarana. Semisal SPBU, penerangan jalan hingga rest area. Perbaiki berbagai fasilitas yang ada di bandara, pelabuhan, terminal maupun stasiun menjadi tanggung jawab pemerintah. •eko/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)