Penting Kedepankan Visi Keadilan dan Kesejahteraan

Buku berjudul ‘Visioning Indonesia’ resmi diluncurkan oleh Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar di Dome Spark, Senayan, Jakarta, awal September lalu. Saat pidato peluncuran, politisi yang kerap disapa Gus Muhaimin itu mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya pemimpin bangsa untuk mengingat kembali tujuan bernegara dengan visi mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar saat acara peluncuran buku berjudul “Visioning Indonesia” di Dome Spark. Foto: Oji/nvl 
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar saat acara peluncuran buku berjudul “Visioning Indonesia” di Dome Spark. Foto: Oji/nvl

Visi tersebut dijelaskannya sebagai amanat konstitusi sila kelima Pancasila, yaitu ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia’. Oleh karena itu, saat Gus Muhaimin bertemu masyarakat di seluruh pelosok negeri, ia mengaku masih menemukan besarnya kesenjangan antara kehidupan yang layak, makmur, dan sejahtera dengan cita-cita keadilan sosial tersebut.

“Besar harapan rakyat atas terwujudnya kebijakan yang mampu memahami apa yang rakyat rasakan. Kesenjangan itu masih terus terjadi dan menjadi tanggung jawab kita berpikir untuk memulainya. 

Maka, tugas kita semua untuk menutup kesenjangan antara niatan baik negara dan kenyataan sehari-hari yang dirasakan masyarakat kita,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Karena itu, ia sangat percaya bahwa bangsa ini harus terus merefleksikan kembali visi-misi tersebut, yaitu keadilan sosial dan kesejahteraan. Lebih dari itu, Gus Muhaimin menekankan bangsa ini punya tanggung jawab bersama menyambungkan modal kekuatan demokrasi dengan kesejahteraan dan keadilan. 

“Demokrasi sebagai proses politik akan menjadi penentu kesejahteraan. Maka demokrasi harus melahirkan kesejahteraan. Pola relasi kekuasaan yang terbangun di demokrasi akan menjadi penentu distribusi sumber daya kita. Penentu bagian aset dan tanah, demokrasi menjadi penentu reforma agraria,” tambah Pimpinan DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu. 

Inilah yang kemudian, tegasnya lagi, harus terus diperjuangkan bersama. Indonesia dinilai berhasil membangun demokrasi ini dengan sangat baik, sehingga perlu melanjutkan kembali, agar ukuran sukses demokrasi lebih dari sekadar equality of opportunity, tetapi lebih dari itu, equality of outcome. Keadilan dan akses serta kesempatan harus didampingi dengan kemajuan aset dan pendapatan warga. Kesuksesan demokrasi adalah mobilitas sosial semua warga. 

“Para petani harus punya tanah, para petani juga harus memiliki aset berproduksi dengan baik. Petani sawit harus memiliki kebun sendiri, bahkan harus memiliki perusahaan pabrik sendiri. Begitu juga anak-anak para petani, nelayan, buruh dan semua yang masih berada di wilayah marginal harus memiliki peluang dan keberhasilan mobilitas vertikal yang memadai,” pesan Gus Muhaimin. pun

Bagian Penerbitan

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)